Recently Published
Most Viewed
Conference paper

Urban Heat Island dan Upaya Penanganannya

Fenomena urban heat island (UHI) merupakan suatu fenomena yang banyak dikaji oleh para pengkaji iklim di dunia, termasuk di Indonesia. Fenomena ini ditandai dengan semakin meningkatnya suhu kawasan pusat kota dibandingkan dengan kawasan di sekitarnya. Berdasarkan beberapa penelitian diketahui bahwa fenomena ini merupakan salah satu sumber utama yang menyebabkan terjadinya peningkatan suhu bumi atau pemanasan global (Tursilowati, 2012). Fenomena ini terus meningkat seiring dengan terjadinya urbanisasi dan pertumbuhan kota. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya seperti pengadaan green open space (GOS), dinding putih atau atap putih bagi rumah dan kantor, roof gorden, dan lain-lain. Hal tersebut dilakukan untuk menekan laju peningkatan fenomena tersebut.
Conference paper

Identifikasi Jenis-Jenis Poaceae di Desa Samata Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan untuk mengetahui jenis-jenis Poaceae di Di Desa Samata Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Metode yang dilakukan adalah plot dengan membuat beberapa plot di daerah penelitian. Daerah peneitiannya sendiri dibagi menjadi 20 stasiun yang ditentukan secara purposive sampling yaitu area yang memiliki kepadatan populasi tumbuhan yang cukup tinggi. Selanjutnya Poaceae yang di jumpai diidentifikasi berdasarkan ciri morfologinya yaitu akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa di lokasi penelitian terdapat 18 jenis Poaceae yaitu Axonopus compressus, Bambusa apus, Bambusa vulgaris, Chloris barbata, Cymbopogon nardus Cynodon dactylon, Dactyloctenium aegyptium, Digitaria sanguinalis, Eleusin indica, Eragrotis amabilis, Eulalia amaura, Imperata cylindrical, Paspalum commersonii, Pennisetum purpureum, Pogonatherum paniceum, Sorghum halapenses, Oryza sativa dan Zea mays.
Suggested For You
Conference paper

Pengaruh Penambahan Air Kelapa terhadap Pertumbuhan Stek Mikro Tanaman Krisan (Chrysanthemum Indicum) secara In Vitro

Langkah antisipatif pemenuhan kebutuhan massal benih krisan bermutu yang dilakukan dengan perbanyakan secara in vitro. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan air kelapa terhadap stek mikro tanaman Krisan yang ditanam secara in vitro, serta perlakuan mana yang memberikan pengaruh terbaik. Penelitian telah dilaksanakan di laboratorium Botani Fakultas Sains dan Teknologi UIN Alauddin Makassar. Penelitian ini berupa penelitian eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor yaitu penambahan air kelapa yang terdiri atas empat perlakuan yakni 0 ml/l, 50 ml/l, 100 ml/l, dan 150 ml/l. parameter yang diamati adalah pembentukan jumlah akar, jumlah daun, tinggi planlet , dan berat planlet. Data yang diperoleh setelah dianalisa secara statistik inferensial yaitu uji F (varians) pada taraf kepercayaan α 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan air kelapa dengan konsentrasi 150 ml/ memberikan hasil terbaik terhadap pembentukan jumlah daun, jumlah akar, tinggi planlet dan berat planlet.
Conference paper

Evaluasi Keberadaan Gen CatP terhadap Resistensi Kloramfenikol pada Penderita Demam Tifoid

Demam tifoid atau typhus abdominalis merupakan salah satu penyakit infeksi yang dilaporkan tinggi angka kejadiannya. Penyakit ini disebabkan oleh Salmonella typhi, bakteri gram negatif yang menimbulkan infeksi akut pada usus kecil. Patogenesis penyakit ini tergantung pada inokulum, kemampuan virulensi, respon sistem imun inang dan faktor protektif lokal. Terapi antibiotik merupakan langkah penting dilakukan ketika dugaan klinik telah kuat. Kloramfenikol merupakan antibiotik yang memiliki mekanisme kerja menghambat enzim peptidil transferase yang berperan dalam pembentukan ikatan-ikatan peptida dalam proses sintesis protein bakteri. Adanya resistensi terhadap kloramfenikol mempengaruhi efektifitas jenis antibiotik ini digunakan dalam terapi demam tifoid. S. typhi yang resisten terhadap kloramfenikol memiliki gen catP yang mengkode asetil transferase membentuk asetoksikloramfenikol sehingga kloramfenikol menjadi inaktif. Untuk mendeteksi resistensi ini, dilakukan uji disc diffusion dan uji PCR. Sampel darah dari penderita demam tifoid dari tiga rumah sakit di Makassar dan Gowa dan satu puskesmas. Berdasarkan hasil uji, ditemukan resistensi terhadap kloramfenikol sebesar 37.7% dari uji disc diffusion dan 43,4% dari uji PCR. Kesesuaian hasil Uji untuk menemukan resistensi adalah 87.0% dan untuk sensitif terhadap kloramfenikol adalah 90.9%.