Baru saja dipublikasikan
Paling banyak dilihat
Journal article

Analisis Kesalahan Berdasarkan Prosedur Newman dalam Menyelesaikan Soal Cerita Ditinjau dari Gaya Kognitif Mahasiswa

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa berdasarkan prosedur Newman dalam menyelesaikan soal cerita Newman ditinjau dari gaya Kognitif mahasiswa dan mendeskripsikan penyebab kesalahan mahasiswa berdasarkan prosedur Newman dalam menyelesaikan soal cerita ditinjau dari gaya Kognitif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika semester VI tahun pelajaran 2016/2017. Pengumpulan data dilakukan dengan tes, observasi, wawancaara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa tipe field independent (FI) melakukan kesalahan memahami masalah, ketrampilan proses dan penarikan kesimpulan. Sedangkan tipe field dependent (FD) melakukan kesalahan memahami masalah, kesalahan transformasi ketrampilan proses, dan pengambilan kesimpulan. Penyebab kesalahan-kesalahan berdasarkan prosedur Newman ditinjau dari gaya kognitif adalah tidak dapat memahami soal dengan baik, kurangnya penguasaan materi, masih bingung langkah untuk mengerjakan soal, kehabisan waktu untuk menyelesaikan soal, kurang teliti dalam mengerjakan soal, terburu-buru dalam mengerjakan soal, tidak sempat menuliskan kesimpulan, tidak terbiasa menuliskan kesimpulan.
Journal article

Analisis Kesulitan Belajar Siswa Kelas II pada Materi Penjumlahan dan Pengurangan Bilangan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesulitan yang dialami siswa kelas II dalam menyelesaikan soal penjumlahan dan pengurangan bilangan serta memberikan alternatif solusinya. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II semester I Sekolah Dasar Negeri Kalibeluk 01 Kecamatan Warungasem Kabupaten Batang Propinsi Jawa Tengah. Informan kunci dalam penelitian ini adalah guru kelas II, sedangkan informan selanjutnya adalah siswa kelas II yang diambil berdasarkan saran informan kunci dan nilai Ujian Tengah Semester I yang kemudian digolongkan ke dalam kriteria akademik tinggi, sedang, dan rendah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes tertulis, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan untuk menguji keabsahan data digunakan teknik triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk kesulitan belajar siswa dalam materi penjumlahan dan pengurangan bilangan meliputi miskonsepsi pada operasi yang melibatkan bilangan nol, belum menguasai prosedur penjumlahan bilangan dengan cara menyimpan dan pengurangan bilangan dengan cara meminjam; kesulitan memaknai soal cerita; serta kekurangtelitian dalam mengerjakan soal. Solusi yang ditawarkan untuk mengantisipasi kesulitan belajar siswa selama dilaksanakan proses pembelajaran meliputi menerapkan pembelajaran yang didasarkan pada prinsip pembelajaran matematika, pemberian soal latihan yang bersifat konstruktif, dan pemberian penguatan terhadap konsep yang belum dipahami siswa. Sedangkan solusi untuk mengatasi kesulitan belajar siswa setelah dilaksanakan proses pembelajaran meliputi pengajaran remedial yang didasarkan pada prinsip pembelajaran matematika. Berdasarkan kesimpulan tersebut, dapat dikemukakan saran yaitu guru hendaknya memperhatikan tingkat penguasaan materi siswa; guru dapat mengajarkan konsep dengan cara menekankan definisi dan sifat, menekankan contoh dan alasannya, dan membandingkan objek yang tidak sesuai dengan konsep; guru hendaknya mengkaitkan materi pembelajaran dengan konteks riil dan saling terintegrasi dengan materi yang lain; serta bagi para insan pendidikan hendaknya lebih sering melakukan penelitian sehingga permasalahan di dalamnya dapat terungkap dan dapat ditemukan solusinya.
Disarankan Untuk Anda
Journal article

Pengaruh Metode Accelerated Learning Berbantu Jurnal Belajar dan Geogebra 3d Ditinjau dari Kemampuan Pemahaman Matematik terhadap Hasil Belajar pada Ruang Dimensi Tiga

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahanya kemampuan pemahaman siswa sehingga berakibat pada rendahnya hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode Accelerated learning berbantu jurnal belajar dan Geogebra 3D ditinjau dari kemampuan pemahaman matematikterhadap hasil belajar siswa.Jenis penelitian adalah penelitian eksperimen kuantitatif dengan variabel terikatnya kemampuan pemahaman dan variabel bebasnya metode Accelerated Learning. Penelitian dilaksanakan di SMA negeri 1 Kayen yaitu kelas X-11, X-10 dan X-9 sebagai kelas kontrol, eksperimen 2 dan eksperiman 1. Tehnik pengumpulan data yaitu menggunakan angket dan posttes.Hasil penelitian dengan uji Anava dengan signifikan 0,05 diperoleh= 9,27 dan3,08 makasehingga ada perbedaan hasil belajar ketiga kelas eksperimen. Setelah didapat perbedaan dilakukan Uji korelasi diperoleh kelas eksperimen 1= 0,63, eksperimen 2= 0,72 dan kontrol = 0, 35. Dilihat dari nilai uji korelasi ada pengaruh kemampuan pemahaman terhadap hasil belajar dan arah hubungan adalah positif karena nilai r positif “maka semakin tinggi Kemampuan matematika pemahaman siswa maka semakin tinggi hasil belajar siswa”.Hasil posttes nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen 1= 82,97, kelas eksperimen 2= 81,56 dan kelas kontrol-=77,48. Dilihat dari hasil belajar, kelas ekperimen 1 dan ekperimen 2 lebih tinggi dari kelas kontrol jadi dapat disimpulkan bahwa “kemampuan pemahaman siswa metode Accelerated Learning berbantu jurnal belajar dan Geogebra 3D lebih tinggi dari metode konvensional”. Jadi ada pengaruh metode Accelerated learning berbantu jurnal belajar dan Geogebra 3D ditinjau dari kemampuan pemahaman matematik terhadap hasil belajar siswa. Oeleh karena itu metode Accelerated Learning menjadi salah satu metode pembelajaran yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika di Sekolah Menengah Atas.
Baca artikel lainnya