Baru saja dipublikasikan
Paling banyak dilihat
Journal article

Fatwa (Al-ifta'); Signifikansi dan Kedudukannya dalam Hukum Islam

Fatwa merupakan jawaban mufti atas persoalan-persoalan yang ditanyakan oleh individu, kelompok ataupun oleh organisasi/lembaga terkait dengan masalah yang mereka hadapi. Seorang mufti atau ulama yang menetapkan fatwa wajib orang-orang yang memiliki ilmu tinggi, mengerti ilmu ushul fiqih, mengerti ilmu tafsir dan hadits, bisa berbahasa arab, terjaga pandangannya, sedikit bicaranya atas masalah-masalah yang kurang penting dan terbebas dari kepentingan. Pertanyaannya fatwa yang dikeluarkan oleh mufti atau orang-orang terpercaya tersebut bagaimana kedudukannya dalam hukum Islam? Hal ini mengingat fatwa tidak menjadi bagian dalam sruktur hukum Islam, ditambah lagi fatwa yang dikeluarkan mufti tidak bersifat memaksa. Untuk menjawab pertanyaan ini, peneliti melakukan analisis atau kajian menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masa sekarang di tengah kemajuan zaman, persoalan muncul dengan beraneka ragam. Keragaman persoalan tersebut hanya bisa dijawab secara syariah berdasarkan pada fatwa yang dikeluarkan oleh mufti atau ulama. Artinya fatwa sangat signifikan keberadaanya dan memiliki kedudukan yang tinggi untuk menjawab persoalan-persoalan yang dihadapi ummat dipandang dari sisi syariah atau agama. Fatwa berada pada kedudukan yang teramat penting dalam system hukum Islam, meskipun tidak bersifat mengikat tapi keputusan fatwa menjadi salah satu dasar bagi hakim dalam mentetapkan keputusan.
Journal article

Pengaruh Pelatihan Ketrampilan Sosial untuk Meningkatkan Penyesuaian Diri Sosial di Sekolah pada Remaja Sekolah Menengah Pertama

This study aims to determine the effect of social skills training to improve social adjustment in adolescents at junior high school. The hypothesis in this study is there is an effect of providing social skills training to improve the social adjustment of adolescents in junior high school. This study uses a pretest and posttest design. Respondents in this study amounted to 16 junior high school students. The Social Skill Training (SST) module in this study was arranged based on the stages of implementing SST which refers to the opinion of Ramdhani (2002), social skills training with the stages of modeling, role play, feedback, and transfer training. This module is structured based on aspects of social skills from Gresham and Elliot (1990) which consist of aspects of cooperation, assertiveness, empathy, and self-control. The analysis carried out in this study is using non-parametric statistics. The results show that there are changes in the trainees before and after undergoing training. This means that there is an increase in the ability of social adjustment in the trainees
Disarankan Untuk Anda
Journal article

Metode Pembinaan Akhlak Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi

Metode pembinaan akhlak menurut Ibnu Qayyim Al- Jauzi adalah merupakan suatu hal yang sangat dibutuhkan di dalam kehidupan sehari-hari, yang mana di dalam sistem informasi kehidupan yang serba globalisasi ini banyaknya terjadi berbagai dekadensi moral di dalam masyarakat. Untuk konsep pembinaan akhlak Ibnu Qayyim Al- Jauzi dengan menelaah serta menganalisa dalam membentuk manusia yang seimbang  (Tawazun ) dalam pengertian adanya keseimbangan fikriyah,  ruhiyah dan jasadiyah yang beliau Ibnu qayyyim Al-Jauzi di dasarkan  dari Al-qur'an dan Hadist. Ibnu Qayyim Al-Jauzi mengemukakan bahwa dalam rangka menuju kesempurnaan akhlak diperlukan metode pembinaan melalui pengosongan dan menghiasi diri, mengaktifkan anak dalam berbuat baik, pelatihan  dan pembiasaan, memberi gambaran  yang buruk tentang akhlak  yang tercela dan menunjukkan sikap keteladanan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui secara mendalam bagaimana metode pembinaan akhlak menurut Ibnu Qayyim Al-Jauzi dan Menggali pemikiran akhlak Ibnu Qayyim Al-Jauzi
Baca artikel lainnya