Baru saja dipublikasikan
Paling banyak dilihat
Journal article

Pengaruh Kecepatan Angin Dan Variasi Jumlah Sudu Terhadap Unjuk Kerja Turbin Angin Poros Horizontal

Turbin angin merupakan suatu alat yang mampu mengubah energi angin menjadi energi mekanik dan selanjutnya diubah menjadi energi listrik melalui generator. Turbin angin poros horizontal ini dapat ditingkatkan efisiensinya untuk mendapat koefisien daya yang maksimal. Salah satunya dengan mengunakan sudu berjumlah banyak. Efisiensi sistem yang maksimal ini akan meningkatkan jumlah Watt (daya) yang dihasilkan sehingga untuk mendapatkan  jumlah watt tertentu cukup dengan menggunakan jumlah kincir angin yang lebih sedikit. Objek penelitian ini adalah pengujian performansi turbin angin poros horizontal dengan variasi kecepatan angin dan variasi jumlah blade ditinjau dari  Efisiensi system (𝜂 ) dan Tip Speed Ratio (TSR). Pengujian dilakukan dengan sumber angin berasal dari kipas angin dengan Wind Tunnel untuk mengarahkan angin. Kecepatan angin yang digunakan terdapat tiga variasi yaitu 3 m/s, 3.5 m/s, dan 4 m/s serta variasi jumlah blade yaitu  3, 4, 5 dan 6 blade. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai 𝜂 terbaik  diperoleh pada kecepatan angin maksimal 4 m/s dan jumlah blade 5 dengan nilai 𝜂 3.07% sedangkan untuk nilai terkecil  𝜂  diperoleh pada kecepatan angin 3 m/s dan jumlah blade 3 yaitu dengan nilai 𝜂  0.05%. Untuk nilai TSR maksimal pada kecepatan maksimal 4 m/s terjadi pada jumlah blade 5 yaitu sebesar λ =  2.11, sedangkan untuk nilai terendah pada kecepatan angin 3 m/s dihasilkan pada jumlah blade 3 yaitu sebesar λ = 1.49.
Journal article

Desain Tungku Briket Biomassa System Kontinyu Sebagai Teknologi Pemanfaatan Energi Alternatif Pengganti Bahan Bakar Terpakai Pada Oven Tembakau Di Masyarakat Pedesaan

Semakin menipisnya cadangan minyak dunia yang menyebabkan harga bahan bakar minyak (BBM) terus melambung. Tungku spiral berbahan bakar minyak tanah, merupakan komponen utama pada oven (omprongan) tembakau yang ada di NTB, yang mana potensi tembakau Virginia sebanyak 45.534 ton dan memerlukan minyak tanah 45 juta liter. Tembakau yang banyak tersebut  terancam tidak dapat dikeringkan akibat mahal dan langkanya minyak tanah sebagai bahan bakar utama. Sementara energy alternative pengganti berupa bongkahan batu bara dan kayu bakar tidak memberikan solusi yang baik.  Untuk  itu dalam penelitian ini didesain tungku yang kemudahan pengoperasiannya menyerupai kombinasi tungku minyak tanah dan tungku bongkahan batu bara dengan memanfaatkan kelebihan dan memperbaiki kelemahan-kelemahannya.  Dengan tungku yang mudah dioperasikan sebagai alat pemanfaat energi alternative dan terbarukan, maka masyarakat akan tertarik untuk menggunakannya, ini akan berdampak pada menurunnya biaya pengovenan tembakau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen langsung, untuk mengetahui kinerja tungku spiral dilakukan beberapa pengujian. Untuk mendapatkan kesepadanan kemampuan pemanasan antara tungku spiral berbahan bakar minyak tanah dengan tungku desain baru berbahan bakar briket, dilakukan pengujian nilai kalor dan perhitungan jumlah alur briket yang diperlukan, selanjutnya dilakukan pengujian boilling time pada masing-masing tungku.  Dan untuk mengetahui peningkatan waktu operasional tungku baru dibanding bahan bakar alternatif lain, dapat dilakukan pengujian lama nyala dalam satu kali pengisian tungku briket.  Serangkain pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah  tungku desain baru ini layak  digunakan pada omprongan tembakau. Dari hasil pengujian nilai kalor diperoleh bahwa nilai kalor tertinggi adalah minyak tanah dengan nilai kalor, 9.828,2816 Kkal/kl, dan yang terendah adalah briket biomassa dengan nilai kalor 4.996,5028 Kkal/kg. Pada tungku spiral diperoleh kecedrungan bahwa semakin besar stelan, maka n boilling time semakin kecil (cepat) dan kebutuhan bahan bakar yang semakin besar. Waktu yang dibutuhkan untuk mendidihkan 1 liter air ( boiling time) yang paling kecil (cepat) adalah pada stelan ke 4 yaitu 178,67 detik, pada posisi ini, kebutuhan bahan bakarnya terbesar yaitu  103,33 ml. dari pengujian  tungku briket desain baru yang menggunakan dua bahan bakar alternative,  boilling time kedua bahan bakar alternative (briket) tersebut masih lebih besar dibandingkan dengan tungku spiral stelan ke 4. yaitu  masing-masing 390.67 detik untuk briket biomassa dan 255.33 detik untuk briket batubara. Sedangkan dilihat dari boiling time tungku spiral stelan ke 2 yang memiliki nilai 437.33, maka kedua bahan bakar alternative yang menggunakan tungku desain baru, memiliki boiling time yang lebih kecil (cepat) dan dari pengujian lama operasional tungku berbahan bakar briket biomassa, dibandingkan dengan bongkahan batubara dan kayu bakar, diperoleh peningkatan lama operasional sebanyak tiga kali lipat. Bongkahan batubara dan kayu bakar, dalam satu kali pengisian dapat beroperasi selama maksimal 2 jam, sedangkan tungku desain baru berbahan bakar biomassa, dapat beroperasi 6 jam dalam satu kali pengisian. Sedangkan Mekanisme kerja penekan briket, alur briket dan penahan ruang pembakaran dapat berjalan sesuai fungsinya sehingga, kontinyuitas tungku dalam 1 kali pengisian dapat berjalan dan beroperasi dengan stabil selama 6 jam.  Dari kinerja tersebut, maka tungku desain baru layak menggantikan tungku spiral pada omprongan tembakau .
Journal article

Perbandingan Konduktivitas Tembaga, Baja Dan Aluminium

Journal article

Analisis Pemakaian Bahan Bakar Biogas Termurnikan Pada Unjuk Kerja Motor Bakar

Journal article

Perbandingan Konduktivitas Tembaga, Baja Dan Aluminium

Journal article

Analisis Pemakaian Bahan Bakar Biogas Termurnikan Pada Unjuk Kerja Motor Bakar

Disarankan Untuk Anda
Journal article

Pengaruh Jumlah Blade Dan Variasi Panjang Chord Terhadap Performansi Turbin Angin Sumbu Horizontal (Tash)

The willingness of electrical energy is one energy system has a very important role in the economic development of a country's survival. As one energy source (wind) can be converted into electrical energy with the use of a horizontal axis wind turbine. Wind Energy Conversion Systems (WECS) that we know are two wind turbines in general, ie the horizontal axis wind turbine and vertical axis wind turbine is one type of renewable energy use wind as an energy generator. The purpose of this study was to determine the effect of the number of blade and the radius chord of rotation (n), Torque (T), Turbine Power (P), Power Coefficient (CP) and Tip Speed Ratio (λ) generated by the horizontal axis wind turbine with form linear taper. The results show that by at the maximum radius of the chord R3 the number blade 4 is at rotation = 302.700 rpm, Pturbine = 7.765 watt, Torque = 0.245 Nm, λ = 3.168 and Cp = 0.403 or 40.3%.
Baca artikel lainnya