Baru saja dipublikasikan
Journal article

Efektivitas Adaptasi Teknologi pada Kinerja Sistem Surveilans Malaria di Era COVID-19 untuk Negara Berkembang: sebuah Kajian Sistematis

Preventive Management for Occupational Diseases in Battery Industry

Studi Efektivitas Vaksin Influenza: Updated Review

Journal article

Penggunaan Metode SBAR untuk Komunikasi Efektif antara Tenaga Kesehatan dalam Konteks Klinis

Journal article

Pelayanan Kesehatan pada Warga Lanjut Usia

Journal article

The Effectiveness of High-dose N-acetylcysteine in Severe COVID-19 Patients

Journal article

Penggunaan Metode SBAR untuk Komunikasi Efektif antara Tenaga Kesehatan dalam Konteks Klinis

Journal article

Pelayanan Kesehatan pada Warga Lanjut Usia

Journal article

The Effectiveness of High-dose N-acetylcysteine in Severe COVID-19 Patients

Paling banyak dilihat
Journal article

Deteksi Dini Perlemakan Hati Akut dalam Kehamilan (Acute Fatty Liver Of Pregnancy (AFLP)) dan Penanganannya dengan Diet Rendah Lemak

-Penyakit perlemakan hati akut dalam kehamilan (Acute fatty liver of pregnancy (AFLP)), adalah gangguan yang jarang terjadi. Penyakit ini berpotensi menimbulkan kefatalan pada janin yaitu berupa kematian janin dalam rahim (IUFD) dan ibu hamil berupa perdarahan paska salin karena gangguan pembekuan darah (DIC). Jika ditelaah dari patofisiologinya, penyakit ini sebenarnya dapat dicegah dengan cara deteksi dini dan penatalaksanaan yang tepat. Penatalaksanaan saat kehamilan adalah dengan melakukan diet rendah lemak, tinggi karbohidrat agar komplikasi pada ibu dan janin tidak terjadi. Sehingga nantinya morbiditas dan mortalitas dapat ditekan serendah mungkin. Kata kunci: AFLP, rendah lemak, tinggi karbohidrat
Journal article

Diare sebagai Konsekuensi Buruknya Sanitasi Lingkungan

—Diare menjadi penyakit kedua setelah ISPA yang menyebabkan kejadian kesakitan maupun kematian di Indonesia. Riskesdas tahun 2007 menunjukkan diare sebagai penyakit menular dengan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Tulisan ini ingin mengetahui  tindakan preventif yang dilakukan pemerintah dalam usaha mengendalikan terjadinya penyakit diare ditinjau dari sanitasi lingkungan. Penelusuran literatur dilakukan secara online dan manual terhadap publikasi ilmiah berbahasa Indonesia atau Inggris, dengan kata kunci berupa penyakit diare, sanitasi lingkungan, usaha kesehatan masyarakat, pemerintah dan dinas kesehatan.  Hasil amatan menunjukkan dari  25 publikasi yang berkaitan, 17 publikasi membahas tentang diare dan 8 publikasi membahas tentang sanitasi lingkungan. Kesimpulan yang didapatkan adalah  angka insiden diare berfluktuasi dari tahun ke tahun. Peningkatan penyakit diare berhubungan dengan buruknya sanitasi lingkungan yang akar permasalahannya terdapat pada kurang kesadaran dan pengetahun pada khususnya  masyarakat pedesaan untuk menjaga dan melestarikan serta melakukan perilaku hidup sehat untuk  memutuskan siklus rantai penularan penyakit diare di Indonesia.
Journal article

Ototoksisitas Aminoglikosida

Journal article

Diabetes Melitus dan Antioksidan

Journal article

Membandingkan Kejadian Gangguan Gastrointestinal Penggunaan Aminofilin dan Salbutamol pada Pasien Eksaserbasi Asma di Surabaya

Disarankan Untuk Anda
Journal article

Profil Kekeruhan Kapsul Lensa Posterior Pasca-Operasi Katarak Developmental

-Tujuan utama penanganan Katarak anak adalah optimalisasi rehabilitasi penglihatan. Untuk mencapai perkembangan yang optimal, penalataksanaan Katarak anak tidak berhenti pada operasi saja. Potensi hambatan optimalisasi rehabilitasi penglihatan adalah seringnya terjadi kekeruhan kapsul lensa posterior. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil  kekeruhan kapsul lensa posterior pasca-operasi Katarak developmental  anak usia 5-18 tahun di Pusat Mata Nasional Rumah Sakit Mata Nasional Cicendo antara Januari-Desember 2016.  Penelitian dilakukan secara retrospektif observasional melalui rekam medik pasien Katarak developmental anak usia 5-18 tahun yang dilakukan operasi Katarak dan implantasi LIO pada bulan Januari-Desember 2016 dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil menunjukkan terdapat 47 anak, 74 mata dengan diagnosis Katarak developmental telah dilakukan operasi Katarak dan penanaman LIO. Pasca-operasi didapatkan 41 (55.4%) mata mengalami PCO, terdeteksi pertama kali minggu ke-1-36 pasca-operasi, terbanyak pada minggu ke-0-6 pasca-operasi  yaitu 13 (31.7%) mata. Kelompok usia terbanyak di bawah 9 tahun yaitu 29 (68.3%) mata. Simpulan penelitian ini adalah semakin muda usia saat dioperasi, semakin cepat timbul PCO. Faktor yang mempercepat timbulnya PCO lainnya adalah penyakit lain yang menyertai, seperti kelainan lain pada mata, kelainan sistemik yang menyertai, teknik operasi dan pemilihan LIO yang kurang tepat. Penatalaksanaan PCO adalah Nd:YAG Laser  dan kapsulotomi posterior sekunder. Kata kunci: Katarak developmental, PCO
Journal article

Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih dengan Metode Gyssens

Journal article

Duktus Arteriosus pada Bayi Prematur

Journal article

Pengaruh Latihan Fisik terhadap Perbaikan Resistensi Insulin

Journal article

Peranan Resveratrol terhadap Progresivitas Uterine Fibroid

Journal article

Evaluasi Kualitatif Penggunaan Antibiotik pada Pasien Infeksi Saluran Kemih dengan Metode Gyssens

Journal article

Duktus Arteriosus pada Bayi Prematur

Journal article

Pengaruh Latihan Fisik terhadap Perbaikan Resistensi Insulin

Journal article

Peranan Resveratrol terhadap Progresivitas Uterine Fibroid

Baca artikel lainnya