Baru saja dipublikasikan
Journal article

Risiko KDRT terhadap Anak sebagai Dampak Ketegangan Sosial Akibat Pandemi Covid-19

Journal article

Peran Rumah Aspirasi "TITIS" dalam Mendampingi Perempuan Korban Kekerasan

Journal article

Learners Management by Segregation Gender-Based

Journal article

Risiko KDRT terhadap Anak sebagai Dampak Ketegangan Sosial Akibat Pandemi Covid-19

Journal article

Peran Rumah Aspirasi "TITIS" dalam Mendampingi Perempuan Korban Kekerasan

Journal article

Learners Management by Segregation Gender-Based

Paling banyak dilihat
Journal article

Higher Order Thingking Skill (Hots) untuk Anak Sekolah Dasar dalam Pembelajaran Matematika

Ketrampilan Berpikir Tingkat Tinggi atau Higher Order Thingking Skill (HOTS) merupakan ketrampilan berpikir yang melibatkan ketrampilan berpikir kritis dan kreatif yang dapat diasess melalui problem solving ataupun problem posing. HOTS hendaknya dilatihkan dan dikuatkan pada semua mata pelajaran termasuk matematika. Ketrampilan berpikir kritis berhubungan dengan otak kiri sedangkan ketrampilan berpikir kreatif berhubungan dengan fungsi otak kanan. Ketrampilan berpikir kritis merupakan proses intelektual dari keaktifan dan ketrampilan konseptual, penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi informasi yang dikumpulkan atau dihasilkan dari observasi, refleksi, dan pengalaman penalaran. Ketrampilan beripikir kreatif berkaitan dengan kemampuan untuk memecahkan ataupun mengajukan masalah secara lancar, fleksibel, dan baru. Berpikir secara kritis dan kreatif memungkinkan siswa mempelajari masalah secara sistematik, mempertemukan banyak sekali tantangan dalam suatu cara yang terorganisasi, merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang inovatif dan merancang penyelesaian yang asli. Ketrampilan berpikir kritis mengacu pada pemikiran konvergen sedangkan ketrampilan berpikir kreatif mengacu pada pemikiran divergen. Sehingga kemampuan berpikir konvergen dan divergen dapat dimiliki secara seimbang. Dengan keseimbangan ini siswa dapat mencapai prestasi yang tinggi. Sehingga HOTS dalam pembelajaran matematika perlu diberikan dan dikuatkan. HOTS dalam matematika bisa dimulai dari Sekolah Dasar, sebab dengan dilatihkannya HOTS sejak awal akan menuntun siswa mencapai prestasi optimalnya.
Journal article

Asesmen Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia 4-5 Tahun

Asesmen perkembangan motorik kasar anak usia 4-5 tahun bertujuan untuk mengetahui perkembangan anak usia 4-5 tahun sesuai tingkat perkembangan motorik kasarnya. Mengetahui keterlambatan dan kemungkinan adanya kebutuhan khusus motorik kasar pada anak, serta untuk merencanakan program pengembangan motorik kasar anak dari hasil asesmen yang telah dilakukan. Asesmen ini dilaksanakan pada lembaga PAUD Permata Bunda di Jl. Benda Jaya RT/RW 007/012 Duren Sawit, Jakarta Timur. Subyek penelitian berjumlah 20 siswa. Siswa memiliki rentang usia 4-5 tahun dengan kemampuan motorik kasar berbeda-beda. Data diolah dengan menggunakan Rio Anates untuk melihat jumlah skor per-individu, skor rata-rata, reabilitas, serta signifikansi atau korelasi skor butir dengan skor total. Skala yang digunakan adalah skala rating. Melalui skala rating data mentah yang diperoleh berupa angka kemudian ditafsirkan dalam pengertian kualitatif. Data tersebut diindentifikasi untuk menghasilkan screening, yang selanjutnya dijadikan dasar untuk membuat grouping, mapping, dan merencanakan program pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak baik secara menyeluruh maupun secara individu.
Disarankan Untuk Anda
Journal article

Kata Netizen Tentang Kesetaraan Gender dalam Sentimen Warganet Twitter

Kesetaraan gender termasuk tujuan pada Sustainable Development Goals. Namun hingga saat ini Indonesia masih kesulitan dalam mencapai tujuan tersebut. Menurut data United Nations Development Programme (UNDP), nilai Gender Inequality Index (GII) Indonesia menempati peringkat 107 dari 189 negara. Selain itu, menurut data The Global Gender Gap Index 2021 dari World Economic Forum (WEF), Indonesia menempati posisi ke-105 dari total 153 negara. Hal ini membuktikan gender di Indonesia masih belum setara. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentiment netizen twitter Indonesia mengenai kesetaraan gender pada 2018-202i dan akurasinya. Data dikumpulkan dari data primer yaitu scraping data twitter dengan keyword #kesetaraangender dan #gender dalam Bahasa Indonesia. Metode yang digunakan adalah Lexicon-based Sentiment Analysis dengan bantuan kamus AFINN-111 yang diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia pada software python. Hasil yang diperoleh adalah persentase sentimen positif netizen twitter cenderung menurun dari tahun ke tahun kecuali 2021, sebaliknya sentimen negatif netizen twitter cenderung meningkat setiap tahun. Hal ini dikarenakan adanya pasal yang mengandung kontroversi pada Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP), RUU Cipta Kerja, adanya pandemi Covid-19, dan maraknya kekerasan berbasis gender online. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesetaraan gender di Indonesia masih minim dan perlu untuk ditingkatkan kedepannya. Kata kunci: AFINN-111, kesetaraan gender, lexicon-based sentiment analysis, text mining, twitter
Journal article

Pengajaran Matematika pada Anak Usia Dini

Journal article

The Meaning of Marriage:

Journal article

Pengajaran Matematika pada Anak Usia Dini

Journal article

The Meaning of Marriage:

Journal article

Does Marriage Require Knowledge? Experiences of Women Participating in Pre-Marriage Education

Journal article

Penguatan Resilensi Perempuan melalui Modal Sosial di Era Adaptasi Kebiasaan Baru Pandemi Covid-19

Baca artikel lainnya