Metrik

  • visibility 1562 kali dilihat
  • get_app 3446 downloads
description Journal article public Jurnal Keperawatan STIKES William Booth

Pemanfaatan Herbal Dalam Penyembuhan Luka Perineum Dan Luka Seksio Sesarea

Indria Nuraini
Diterbitkan 2017

Abstrak

"> Pendahuluan : Masa nifas (puerperium) merupkan masa kembalinya organ reproduksi sepertikeadaan sebelum hamil dalam waktu enam minggu setelah melahirkan (Nirwana, 2011). Pada masanifas seorang ibu mengalami proses adaptasi baik adaptasi fisiologi maupun psikologi. Salah satuproses adaptasi fisiologi pada nifas adalah penyembuhan luka perineum atau luka seksio sesarea.Tidak semua penyembuhan luka perineum ataupun luka seksio sesarea pada ibu nifas berjalan dengancepat. Perawatan luka perineum dan luka pasca operasi sesarea bertujuan agar tidak terjadi infeksi,sehingga seorang perawat atau bidan benar-benar berada pada kondisi steril siap melakukanperawatan. Penatalaksanaan penyembuhan luka perineum ataupun luka seksio sesarea dapat diberiterapi secara konvensional ataupun dengan terapi komplementer. Terapi komplementer dikenal jugasebagai obat tradisional atau obat rakyat (WHO, 2013). Di beberapa negara Asia dan Afrika, hingga80% dari populasi bergantung pada obat tradisional untuk kebutuhan utama mereka dalam merawatkesehatan. Hampir empat miliar jenis tanaman digunakan di seluruh dunia sebagai obat, Pasien yangmenggunakan obat alternatif umumnya antara usia 30 dan 49 tahun, dan umumnya perempuan lebihsering menggunakan nya dibandingkan dengan laki – laki.Metode : Studi ini menggunakan pendekatan Literature Review yaitu suatu tinjauan literature denganmenggali pemanfaatan herbal dalam membantu proses penyembuhan luka perineum ataupun lukaseksio sesarea. Sumber untuk melakukan tinjauan literature yaitu dengan penelusuran 3 jurnalpenelitian yang relevan terhadap pemanfaatan herbal dalam membantu proses penyembuhan lukaperineum ataupun luka seksio sesarea. Hasil : (1) Dampak lidah buaya dan calendula padapenyembuhan episiotomi pada wanita primipara, didapatkan bahwa antara kelompok control daneksperimental tidak memiliki perbedaan yang signifikan secara statistik mengenai intervensi variabeldemografis dan lainnya. Tetapi menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kontroldan kelompok eksperimen pada proses penyembuhan luka perineum dilihat dari kemerahan, edema,ekimosis, debit dan skala pendekatan (REEDA). (2) Mengurangi nyeri akibat luka operasi yangditimbulkan, dapat diberikan Aromatherapi Lavender, Tidak ada perbedaan signifikan secara statistikantara kelompok usia, tinggi badan, berat badan, dan waktu untuk kebutuhan analgesik pertama.Tetapi pada kelompok control memiliki sedikit rasa sakit pada 4, 8 dan 12 jam setelah operasidibandingkan pada kelompok placebo. Pada kelompok plasebo, penggunaan supositoria diklofenakuntuk analgesia lengkap juga secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok Lavender. (3) Kajianpenggunaan obat herbal Cina oleh wanita selama kehamilan dan nifas di Taiwan, penggunaan herbalpaling banyak pada ibu nifas yaitu 87,7% selama 1 bulan setelah melahirkan. Diskusi : (1)menggunakan Lidah Buaya dan Calendula salep sangat meningkatkan kecepatan penyembuhan lukaepisiotomi sehingga dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan episiotomy (2) The Lavenderesensi inhalasi dapat digunakan sebagai bagian dari pengobatan multidisiplin rasa sakit setelah operasicaesar, tetapi tidak dianjurkan sebagai manajemen nyeri tunggal (3) Obat herbal Cina seringdigunakan oleh ibu selama hamil dan masa nifas di Taiwan dan mereka yang dengan pendidikantinggi dan primipara menggunakan banyak herbal.

Full text

 

Metrik

  • visibility 1562 kali dilihat
  • get_app 3446 downloads