Metrik

  • visibility 322 kali dilihat
  • get_app 357 downloads
description Journal article public Jurnal Pendidikan IPA Ganesha

Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Masalah Terhadap Pemahaman Konsep Dan Keterampilan Proses Sains Siswa Kelas XI IPA SMA Negeri 2 Kuta Tahun Pelajaran 2011/2012

Didik Juliawan
Diterbitkan 2012

Abstrak

Tujuan penelitian ini adalah: (1) menganalisis perbedaan pemahamankonsep dan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti modelpembelajaran berbasis masalah dengan konvensional, (2) menganalisis perbedaanpemahaman konsep antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasismasalah dengan konvensional, dan (3) menganalisis perbedaan keterampilanproses sains antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasis masalahdengan konvensional. Penelitian ini merupakan kuasi eksperimen denganrancangan desain penelitian posttest only control group design. Subjek penelitianini adalah siswa kelas XI IPA 2 dan XI IPA 3 SMA Negeri 2 Kuta tahun pelajaran2011/2012 yang berjumlah 86 orang siswa. Pengambilan kelas penelitianberdasarkan teknik random sampling. Data yang diperoleh dianalisis denganstatistik deskriptif dan MANOVA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) ada pengaruh yang signifikanmodel pembelajaran terhadap variabel-variabel pemahaman konsep danketerampilan proses sains (F=8,843; p<0,05). Artinya, pemahaman konsep danketerampilan proses sains secara bersama-sama menunjukkan perbedaansignifikan antar model pembelajaran, (2) terdapat perbedaan pemahaman konsepyang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasismasalah dan konvensional (F=5,455; p<0,05). Rata-rata pemahaman konsepsiswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih besardaripada yang menggunakan model pembelajaran konvensional (XPBL  26,39danXKonvensional  22,86 ), dan (3) terdapat perbedaan keterampilan proses sainsyang signifikan antara siswa yang mengikuti model pembelajaran berbasismasalah dan konvensional (F=13,241; p<0,05). Rata-rata keterampilan prosessains siswa yang menggunakan model pembelajaran berbasis masalah lebih besardaripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional (XPBL =32,05 danXKonvensional =30,57). Implikasi penelitian ini, yakni perlunya penyiapanpermasalahan yang ill-structured, peranan guru sebagai fasilitator, penyiapanbahan penilaian yang autentik, dan pemenuhan sarana prasarana pendidikan yangmenunjang plaksanaan model pembelajaran berbasis masalah.

Full text

 

Metrik

  • visibility 322 kali dilihat
  • get_app 357 downloads