Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (Pbl) Dengan Media Audio Visual Pada Materi Ikatan Kimia Terhadap Penguasaan Konsep Dan Berpikir Kritis Peserta Didik SMA Negeri 1 Panga

Syaribuddin Syaribuddin • Ibnu Khaldun • Musri Musri
Journal article Jurnal Pendidikan Sains Indonesia • Oktober 2016

Abstrak

Salah satu tujuan mata pelajaran kimia di tingkat SMA adalah untuk menerapkan konsep-konsep kimia dalam rangka penyelesaian masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Kenyataannya di lapangan justru bertolak belakang dengan tujuan di atas. Kesulitan peserta didik SMA Negeri 1 Panga dalam memahami materi pelajaran kimia masih banyak ditemukan. Berdasarkan permasalahan dimaksud penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran PBL dengan media audio visual terhadap penguasaan konsep peserta didik SMA Negeri 1 Panga pada materi ikatan kimia, 2) mengetahui pengaruh penerapan PBL dengan media audio visual terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA Negeri 1 Panga. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen pendekatan deskriptif, menggunakan desain penelitian posttest only control design. Sampel dalam penelitian adalah peserta didik kelas X semester 1 SMAN 1 Panga tahun pelajaran 2014/2015. Pengumpulan data dilakukan dengan tes penguasaan konsep dan tes kemampuan berpikir kritis yang telah divalidasi. Data hasil tes yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan secara statistik pada taraf signifikan α = 0,05 (95%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL dengan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap penguasaan konsep peserta didik SMA Negeri 1 Panga pada materi ikatan kimia. Nilai rata-rata kelas eksperimen (84) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (62). Nilai indikator penguasaan konsep yang paling tinggi adalah pada indikator analisis (C4) (85). Penerapan PBL dengan media audio visual berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik SMA Negeri 1 Panga. Terbukti dari nilai rata-rata kelas eksperimen (82) yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (66). Nilai indikator kemampuan berpikir kritis yang paling tinggi adalah pada indikator mengidentifikasi dan menangani suatu ketidaktepatan dan indikator kemampuan memberikan alasan

Metrics

  • 607 kali dilihat
  • 2044 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Pendidikan Sains Indonesia

Jurnal JPSI singkatan dari Jurnal Pendidikan Sains Indonesia. JPSI ini mempublikasi tulisan yang ... tampilkan semua