Metrik

  • visibility 336 kali dilihat
  • get_app 736 downloads
description Journal article public Humaniora

Bangsawan Jawa dalam Struktur Birokrasi di Majapahit

Ahmad Adaby Darban
Diterbitkan 1998

Abstrak

Pandangan kosmogoni yang berasal dan doktrin Hinduisme dan doktrin Budhisme pada dasamya mempunyai kesamaan bahwa jagad raya ini berbentuk lingkaran yang dikelilingi oleh beberapa wilayah dan mempunyai titik pusat yang disebut Gunung Meru. Pandangan kesmogoni ini berkembang mempengaruhi pola berpikir manusia dan kemudian melahirkan konsep tentang hubungan manusia dengan jagad raya. Konsep hubungan manusia dengan jagad raya ini berpengaruh pula pada akhvitas kehidupan manusia khususnya pada bidang politik dan kebudayaan. Hal ini dapat dibuktikan bahwa hampir semua kerajaan dan pemerintahan Asia Kuno terpengaruhi oleh kosmogoni itu. Gambaran kosmogonis dapat dilihat secara nyata dan merupakan sebuah gambaran dan makro kosmos (jagad raya). Di samping itu raja dan kerajaan menjadi titik pusatnya. Konsep kepemimpinan suatu pemerintahan yang dikenal dengan sebutan "Dewa Raja- memandang raja selain sebagai kepala negara juga menganggapnya sebagai keturunan atau wakil dewa; hal ini telah telah membudaya di kalangan masyarakat Jawa sejak dahulu kala. Lebih lanjut dapat dikatakan bahwa kekuasaan raja didukung oleh suatu predikat religious magis, yang kemudian rakyat mempunyai anggapan magis terhadap kekuasaan raja. Anggapan magis itu menyebabkan adanya suatu penghormatan yang sakral dan ketaatan tanpa reserve kepada raja. Di samping itu keturunan raja beserta lingkaran keluarga raja ikut mendapat penghormatan yang sakral danterjunjung martabatnya sehingga terciptalah sebuah lapisan masyarakat elite yang disebut dengan bangsawan.

Full text

 

Metrik

  • visibility 336 kali dilihat
  • get_app 736 downloads