Nafkah Wanita Karier dalam Pespektif Fikih Klasik

Syafuri, B
Artikel jurnal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah • Juli 2013

Abstrak

: Nafkah Wanita Karier dalam Pespektif Fikih Klasik. Artikel ini mencoba meneliti tentang hak nafkah wanita karier atau perempuan yang bekerja. Dalam tradisi fikih klasik, suami berkewajiban memberikan nafkah kepada istrinya didasarkan pada prinsip pemisahan harta antara suami dan istri. Prinsip ini mengikuti alur pikir bahwa suami adalah pencari rezeki, sedangkan istri bukan pencari rezeki. Pemahaman istri bekerja atau wanita karier yang harus digantungkan kepada izin suami itu perlu dibaca ulang atau ditinjau kembali karena ulama tidak menyebutkan dalil yang jelas tentang hal itu. Dan juga tidak adanya dalil yang melarang, baik laki-laki maupun perempuan, untuk bekerja serta tidak ada dalil yang tegas tentang keharusan bekerja dengan izin suami. Begitu juga banyaknya fakta sejarah yang mengungkapkan wanita-wanita yang bekerja atau wanita karier di masa Nabi, seperti ‘Â'ishah, Ummu Mubâshir, dan lain-lain.

Metrics

  • 67 kali dilihat
  • 60 kali diunduh

Jurnal

Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah

Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah diterbitkan oleh Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (... tampilkan semua