Hermeneutika Muhammad Shahrūr dan Implikasinya terhadap Istinbāṭ Al-Aḥkām dalam Persoalan Wanita

Muhammad Syahrial, Faisar Ananda Arfa &
Artikel jurnal Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah • Januari 2013

Abstrak

: Hermeneutika Muhammad Shahrūr dan Implikasinya terhadap Istinbāṭ al-Aḥkām dalam Persoalan Wanita. Muhammad Shahrūr menerapkan metode hermeneutika di dalam menafsirkan Alquran. Dengan melakukan hal tersebut Shahrūr memperkenalkan teori barunya dalam hukum Islam yang disebut “teori limit” (batas). Cara baru dalam membaca kembali teks Alquran terutama pada persoalan hukum memunculkan penafsiran baru yang segar dalam banyak aspek berbeda dari penafsiran yang pernah ada. Teori yang bersifat revolusioner dan inovatif ini melahirkan beberapa ide kontroversial di Timur Tengah dewasa ini. Melalui penerapan teori limit, Shahrūr melemparkan isu-isu modern Islam terkait dengan persolan perempuan seperti: poligami, bagian perempuan dan laki-laki dalam warisan, aurat perempuan, dan cara berpakaian mereka. Artikel ini adalah upaya untuk mengekplorasi metode hermeneutika Shahrūr dalam penafsiran Alquran dan implikasinya terhadap beberapa isu tentang perempuan.

Metrics

  • 43 kali dilihat
  • 28 kali diunduh

Jurnal

Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah

Ahkam: Jurnal Ilmu Syariah diterbitkan oleh Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (... tampilkan semua