Distribusi Saraf Pada Epitel Olfaktorius Kalong Kapatuk (Pteropus Vampyrus) Dan Lasiwen Deignan (Myotis Horsfieldii) Berdasarkan Ekspresi Neuron-specific Enolase (Nse)

Yosephine Nicolory Paula • Soehartini Jatman • Ariana Ariana • Tri Wahyu Pangestiningsih • Teguh Budipitojo
Journal article Jurnal Sain Veteriner • 2007 Indonesia

Abstrak

Kelelawar merupakan salah satu keanekaragaman dan kekayaan satwa di Indonesia. Adanya keanekaragaman jenis makanan maupun habitat kelelawar menyebabkan terjadinya perbedaan dalam mencari dan cara makan dari berbagai jenis kelelawar. Keterkaitan antara struktur indra penciuman dengan jenis dan cara makan kelelawar sangat menarik untuk dieksplorasi, karena sampai saat ini sangat sedikit data mengenai hal tersebut. Penelitian ini menggunakan 3 ekor kalong betina dewasa dan 3 ekor lasiwen betina dewasa, sebagai sampel. Hidung sebagai sampel, kemudian dibuat preparat histologi dengan metode parafin dan pewarnaan imunohistokimia terhadap ekspresi NSE. Hasil pewarnaan imunohistokimia menunjukkan bahwa imunoreaktivitas NSE pada lasiwen terindentifikasi dalam epitel olfaktorius di kedua sisi septum nasalis, konka dorsalis dan beberapa fila olfaktoria. Pada kalong tidak terindentifikasi adanya imunoreaktivitas NSE.

Metrics

  • 180 kali dilihat
  • 611 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Sain Veteriner

Jurnal Sain Veteriner adalah sebagai salah satu media untuk diseminasi hasil penelitian dari dose... tampilkan semua