Aktivitas Insektisida Ekstrak Piperaceae Terhadap Helopeltis Antonii Pada Kakao

Gusti Indriati • Samsudin Samsudin
Journal article Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar • 2014

Abstrak

Helopeltis antonii merupakan hama pucuk dan buah kakao. Pengendalian menggunakan insektisida kimia cukup efektif untuk mengendalikan hama ini, akan tetapi dapat menimbulkan efek negatif pada lingkungan. Oleh sebab itu, pengendalian menggunakan insektisida yang berasal dari tumbuhan dapat menjadi alternatif yang lebih aman. Penelitian bertujuan mengevaluasi aktivitas insektisida dari ekstrak empat jenis tumbuhan dari famili Piperaceae, yaitu Piper aduncum, P. retrofractum, P. cubeba, dan P. sarmentosum, terhadap H. antonii pada kakao. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar (Balittri) Sukabumi pada bulan Januari sampai November 2013. Setiap jenis ekstrak diuji pada taraf konsentrasi 1%; 0,5%; 0,25%; 0,125%; 0,062%; dan kontrol (campuran aseton, methanol, dan Tween-80 dengan perbandingan 5:5:2) sebanyak 1,2%. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Uji toksisitas menggunakan imago H. antonii dengan metode penyemprotan serangga uji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat buah P. retrofractum pada konsentrasi 0,25% menyebabkan kematian imago sebesar 83,33% pada 120 jam setelah perlakuan (JSP), sedangkan ekstrak etil asetat P. aduncum, P. cubeba, dan P. sarmentosum pada konsentrasi dan waktu yang sama hanya menyebabkan kematian berturut-turut 33,33%; 20%; dan 13,33%. Aktivitas insektisida dari ekstrak etil asetat buah P. retrofractum paling kuat terhadap imago H. antonii karena mengandung senyawa piperin, yaitu 1-[(2E,4E)-5-(1,3-benzodioxol-5-yl)-2,4-pentadienoyl] piperidine; (E,E) 1,3-benzodioxol-5-yl-1-oxo-2,4-pentadienyl-piperidine; dan 3-benzodioxol-5-yl-1-oxo-2,4-pentadienyl-piperine. LC95 ekstrak etil asetat buah P. retrofractum terhadap imago H. antonii dibawah 0,5% sehingga paling berpotensi untuk dikembangkan menjadi insektisida nabati pengendali hama tersebut pada kakao.Kata Kunci: Helopeltis antonii, Piperaceae, aktifitas insektisida, kakaoHelopeltis antonii is one of cocoa pest that attacks the shoot and pods. The insecticides can control this pest effectivelly, but could cause negative effects on the environment. Therefore, botanical insecticide could be a safer alternative for environment. The objective of this study was to evaluate the insecticidal activity of Piperaceae extracts: Piper aduncum, P. retrofractum, P. cubeba, and P. sarmentosum against H. antonii on cocoa. The experiment was conducted at the Plant Protection Laboratory of Indonesian Industrial and Beverage Crops Research Institute (IIBCRI) Sukabumi, from January to November 2013. Those extracts were tested at 1%; 0.5%; 0.25%; 0.125%; 0.062% concentration level, respectively; and control (a mixture of acetone, methanol and Tween-80 with a ratio of 5:5:2) at 1.2% concentration level. All of treatments were repeated 3 times. The toxicity assessment was use of spraying method onto imago of H.antonii. The results showed that the ethyl acetate extract of P. retrofractum at 0.25% concentration caused 83.33% mortality of H. antonii imago at 120 hours after treatment (HAT), while the ethyl acetate extract of P. aduncum, P. cubeba, and P. Sarmentosum at the same time and concentration only leads to 33.33%; 20%; and 13.33% mortality, respectively. The insecticidal activity of P. retrofractum ethyl acetate extract was strongest against the imago of H. antonii because it contains piperine: 1-[(2E, 4E)-5 (1,3-benzodioxol-5-yl)-2,4-pentadienoyl] piperidine; (E,E) 1,3-benzodioxol-5-yl-1-oxo-2,4-pentadienyl-piperidine; and 3-benzodioxol-5-yl-1-oxo-2,4-pentadienyl-piperine. LC95 of P. retrofractum ethyl acetate extract against imago of H. antonii was below 0.5%, so it become the most potential to develop into botanical insecticide.

Metrics

  • 194 kali dilihat
  • 100 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar

Dahulu Buletin Riset Tanaman Rempah dan Aneka Tanaman Industri, terbit pertama kali tahun 2008 me... tampilkan semua