Studi Daya Dukung Tanah Lempung Plastisitas Rendah Yang Distabilisasi Menggunakan TX-300 Sebagai Lapisan Subgrade

Erwan Syafri • Muhammad Jafri • Lusmeilia Afriani
Journal article Jurnal Teknik Sipil Bandar Lampung • Oktober 2012 Indonesia

Abstrak

Soil is a material that serves as an support for the basis of a constuction, be it construction of buildings, bridges and roads. Each region has different soil characteristics in other regions, there is good and has a bearing capacity of those that are poor. To improve the soil characteristics that can lead to por bearing capacity, the necessary repairs to soil stabilization methods. Stabilization efforts are often undertaken by stabilizing additives. In this research using a chemical additive material that is TX-300, which is expected to improve the characteristics of the soil so the soil is worthy of a construction established. Soil samples that tested in this research is the low plasticity clay are derived from Karang Anyar, South Lampung. Variation levels used ia a mixture of 0,8 ml; 1,1 ml; 1,4 ml and 1,7 ml with the same curing time for 7 days and soaking for 4 days. Based on the examination of the physical properties of original soil, AASHTO classify soil samples in group A-6 (clay soil), while the USCS soil samples classify as fine-grained soil and included into the CL group. The results of laboratory research showed that the stabilizing agent TX-300 can improve the physical and mechanical properties of low plasticity clay. On physical testing such as decreased specific gravity and atterberg limits increase after stabilized. While the mechanical testing, a mixture of TX-300 can increase the bearing capacity of the land. From the test results of CBR soaked or unsoaked, soil stabilized with a stabilizing agent TX-300 at optimum levels can be used as a subgrade for road construction due to CBR value = 6 %Tanah merupakan material yang berfungsi sebagai penyokong dasar suatu konstruksi, baik itu konstruksi gedung, jembatan maupun jalan. Setiap daerah memiliki sifat tanah yang berbeda dengan daerah lainnya, ada yang mempunyai daya dukung baik dan adapula yang buruk. Untuk memperbaiki sifat tanah yang dapat mengakibatkan daya dukung menjadi buruk, maka diperlukan perbaikan tanah dengan metode stabilisasi. Usaha stabilisasi yang banyak dilakukan adalah stabilisasi dengan bahan tambahan. Pada penelitian ini menggunakan bahan additif kimia yaitu TX-300 yang diharapkan mampu memperbaiki sifat tanah sehingga pada lapisan tanah tersebut layak didirikan suatu konstruksi. Sampel tanah yang di uji pada penelitian ini yaitu tanah lempung plastisitas rendah yang berasal dari daerah Karang Anyar, Lampung Selatan. Variasi kadar campuran yang digunakan yaitu 0,8 ml; 1,1 ml; 1,4 ml dan 1,7 ml; dengan dilakukan waktu pemeraman yang sama selama 7 hari dan perendaman selama 4 hari. Berdasarkan pemeriksaan sifat fisik tanah asli, AASHTO mengklasifikasikan sampel tanah pada kelompok A-6 (tanah berlempung),sedangkan USCS mengklasifikasikan sampel tanah sebagai tanah berbutir halus dan termasuk kedalam kelompok CL. Hasil penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa bahan stabilisasi TX-300 dapat memperbaiki sifat fisik dan mekanik tanah lempung plastisitas rendah. Pada pengujian fisik seperti berat jenis mengalami penurunan dan batas-batas Atterberg mengalami kenaikan setelah distabilisasi. Sementara pada pengujian mekanik, campuran TX-300 dapat meningkatkan daya dukung tanah tersebut. Dari hasil pengujian CBR rendaman atau tanpa rendaman, tanah yang distabilisasi dengan bahan stabilisasi TX-300 pada kadar optimum dapat digunakan sebagai tanah dasar pada konstruksi jalan dikarenakan nilai CBRnya = 6 %.

Metrics

  • 341 kali dilihat
  • 134 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Teknik Sipil Bandar Lampung

Jurnal Teknik Sipil Bandar Lampung merupakan media komunikasi ilmiah hasil penelitian dosen-dosen... tampilkan semua