Peran Pendidikan Keluarga dalam Pembentukan Sikap Kemandirian pada Anak (Studi Deskriptif Kualitatif di Dukuh Pondok Rejo, Kelurahan Lalung, Karanganyar)

Mustaqimah, Riya

Abstrak

Riya Al Mustaqimah. PERAN PENDIDIKAN KELUARGA DALAM PEMBENTUKAN SIKAP KEMANDIRIAN PADA ANAK (Studi Deskriptif Kualitatif Di Dukuh Pondok Rejo, Kelurahan Lalung, Karanganyar). Skripsi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sebelas Maret Surakarta. Juli 2015.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran pendidikan keluarga sebagai penunjang pembentukan sikap kemandirian pada anak dan proses pelaksanaan pendidikan keluarga pada beberapa keluarga di Dukuh Pondok Rejo.Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini berupa informan, tempat/peristiwa, dan dokumen/arsip. Teknik pengambilan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumen/arsip. Teknik pengambilan informan yang digunakan adalah purposive sampling. Untuk validitas data menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pendidikan keluarga yang terjadi di Dukuh Pondok Rejo meliputi kontrol orang tua terhadap anak agar tidak melakukan perilaku menyimpang, memberikan pembekalan pengetahuan tentang norma dan nilai yang berlaku di masyarakat sebelum anak siap untuk terjun di masyarakat sebagai warga masyarakat yang siap untuk berkontribusi, dan mendidik anak dengan pendidikan keluarga untuk membentuk sikap kemandirian pada anak.Faktor yang mendukung pendidikan keluarga yaitu anak mampu menyerap pesan yang disampaikan oleh orang tua, keluarga merupakan pendidikan pertama kali bagi anak dan anak tinggal dengan orang tuanya dengan memiliki banyak waktu untuk berinteraksi lebih intens, kemudian anak menyadari bahwa anak masih membutuhkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.Hambatan yang terjadi yaitu ketika terjadi perbedaan pendapat antara orang tua dan anak, anak tidak menyukai cara orang tua menyampaikan pesan, begitu pula sebaliknya, dan kurangnya pemahaman karakter antara orang tua dan anak. uhkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.Solusi yang ditempuh yaitu musyawarah untuk membicarakan kembali masalah yang terjadi antara orang tua dan anak, orang tua atau pun anak saling mengerti satu sama lain, dan anak memposisikan diri ketika terjadi konflik dengan orang tua.

Metrics

  • 45 kali dilihat
  • 27 kali diunduh

Jurnal

Sosialitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sosiologi-Antropologi

Sosialitas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Sosiologi-Antropologi is a biannual, peer-reviewed, open acc... tampilkan semua