Profil “Embung” dan Sumberdaya Air di Wilayah Perbatasan Kabupaten Belu – NTT

Widiyono, Wahyu
Makalah konferensi Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi FKIP UNS 2011 • Juli 2011 Indonesia

Abstrak

Embung merupakan salah satu bentuk bangunan penampungan dan pelayanan air untuk rumah tangga penduduk, minum ternak dan irigasi di wilayah perbatasan dan beriklim kering Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bentuk bangunan yang lain adalah sumur air tanah dangkal (kedalaman kurang dari 30 m) dan sumber-sumber air alam. Terdapat 26 embung-embung kecil dengan kapasitas tamping 11,700 – 96,830 m3 air dan, sebuah embung paling besar dengan kapasitas tampung 1,860,000 m3 air; 276 sumber air alam dan beberapa sumur air tanah dangkal. Kelestarian embung-embung, dipengaruhi oleh berbagai aspek, seperti faktor teknis saat embung dibangun, pemanfaatan, sosial dan pengelolaan. Oleh karena keterbatasan sumberdaya alam dan anggaran, pada umumnya di sebuah desa hanya terdapat satu tipe sumber air. Meskipun demikian, dimungkinkan pada sebuah desa terdapat tiga bangunan sumber air, yakni: embung khusus hanya untuk minum ternak dan pertanian; sumur gali air tanah dangkal dan sumber air alam untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Baik sumber air alam maupun buatan tersebut sangat bermanfaat untuk melayani kebutuhan petani di wilayah perbatasan Belu-NTT.

Metrics

  • 3 kali dilihat
  • 2 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional VIII Pendidikan Biologi FKIP UNS 2011

  • Konferensi di Surakarta, Indonesia pada tahun 2011
  • 76 artikel

Seminar Nasional Pendidikan Biologi (SEMBIO) merupakan agenda rutin tahunan yang diselenggarakan ... tampilkan semua