Analisis Tarif Rumah Sakit Dibandingkan Dengan Tarif Indonesian Case Based Groups Pada Pasien Rawat Inap Peserta Jaminan Kesehatan Nasional Di Rumah Sakit

Rahayuningrum, Indriyati Oktaviano • Tamtomo, Didik Gunawan • Suryono, Arief

Abstrak

Latar Belakang: Rumah sakit sebagai fasilitas rujukan tingkat lanjut memiliki peran penting dalam implementasi program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Untuk pembayaran pelayanan kesehatan bagi peserta JKN yang dirawat di RS, BPJS kesehatan melakukan pembayaran berdasarkan tarif Indonesian case based groups (INA CBGs). Namun hal ini belum efektif karena dengan tarif INA CBGs berpotensi menimbulkan kerugian bagi RS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah tarif RS lebih tinggi dari tarif INA CBGs dan apakah terdapat hubungan antara tarif RS dan faktor-faktor : jenis RS, kelas perawatan, tingkat keparahan, penggunaan ICU dan lama perawatan.Subjek dan Metode : Desain penelitian ini adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober-Desember 2016 di dua RS pemerintah dan 2 RS Swasta. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling.Jumlah sampel 100 sampel. Variabel terikat : tarif RS dan tarif INA CBGs, variabel bebas : jenis RS, kelas perawatan, tingkat keparahan, penggunaan ICU dan lama perawatanHasil: Tarif RS lebih rendah dari tarif INA CBGs. Mean tarif RS Rp. 2.280.000 ,- dan mean tarif INA CBGs Rp. 3.060.000,-. Korelasi positif dan signifikan (r= 0.51 p = <0.001). Terdapat hubungan negatif antara tarif RS dan Jenis RS. Tarif RS swasta lebih rendah daripada RS pemerintah (b=-5.66xRp. 1.000.000, CI=95%, p= 0.078).Terdapat hubungan negatif antara tarif RS dan kelas perawatan (kelas 2 : b= -0.34 XRp.1.000.000,- , CI= 95 %, p =0.371 dan kelas 3 : b =-0.50 XRP. 1.000.000,-, CI =95%, p= 0.177). Terdapat hubungan positif antara tarif RS dan penggunaan ICU (b= 1.58 X Rp. 1.000.000, CI= 95 %, p= <0.001).Terdapat hubungan positif antara tarif RS dan tingkat keparahan sedang (b= 0.55 XRp, 1.000.000,-, CI =95 %, p= 0.150) dan terdapat hubungan negatif antara RS dan tingkat keparahan berat ( b= -0.12 XRp. 1.000.000,- , CI= 95 %, p= 0.894.7. Terdapat hubungan positif antara tarif RS dan lama perawatan (b= 0.27 X Rp. 1.000.000,-, CI= 95%, p= 0.005 )Kesimpulan : tarif RS lebih rendah dari tarif INA CBGs. Jenis RS, kelas perawatan, penggunaan ICU, lama perawatan meningkatkan tarif RS.

Metrics

  • 5 kali dilihat
  • 43 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UNIMUS 2017

  • Konferensi di Semarang, Indonesia pada tahun 2017
  • 61 artikel

UNIMUS menindaklanjuti upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi akademisi Indone... tampilkan semua