Morfologi Trema Orientalis (L.) Blume dan Manfaatnya sebagai Tanaman Pionir Restorasi Tambang Nikel

Donatus Mangopang, Albert

Abstrak

Pertambangan nikel merupakan penambangan terbuka yang meninggalkan kondisi ekosistem dan tapak yang rusak. Perlu dilakukan restorasi agar dapat kembali atau mendekati ekosistem sebelumnya. Bagian penting dari restorasi diantaranya adalah revegetasi menggunakan tumbuhan lokal. Salah satu jenis lokal yang diketahui tumbuh secara alami di sekitar areal penambangan nikel di Sulawesi adalah Trema orientalis (L.) Blume. Agar dapat dimanfaatkan secara maksimal, perlu diketahui mengenai morfologinya seperti alat hara (akar, batang, dan daun) dan alat perkembangbiakan (bunga, buah dan biji). Areal pengamatan pada daerah pasca tambang nikel dan sekitarnya di Konawe Utara menunjukkan bahwa T. orientalis tumbuh pada ketinggian 100 – 135 mdpl, keadaan topografi datar sampai curam dengan kemiringan berkisar 15-45 %. Akar T. orientalis berupa akar tunggang (radix primaria), batang berkayu (lignosus) dengan tinggi pohon dapat mencapai 10 – 25 m dan diameter 5-30 cm, daun tunggal (folium simplex), bunga berada pada ketiak daun (flos lateralis) yang membentuk malai (panicula), buah sejati tunggal berdaging (carnosus) dan ukuran biji berkisar antara 1,5 – 2,5 mm dengan berat rata-rata 1,5 mg. T. orientalis tergolong sebagai jenis intoleran, dapat tumbuh dan beregenerasi dengan baik di daerah terbuka, dapat berproduksi generatif (berbunga dan berbuah) pada usia muda, merupakan pakan burung sehingga pemencarannya cukup luas dan bersimbiosis dengan Fungi Mikoriza Arbuskula. T. orientalis adalah salah satu jenis fast growing species yang potensial digunakan sebagai tanaman pionir untuk merestorasi lahan kritis, khusunya lahan bekas tambang nikel. Diketahuinya morfologi T. orientalis diharapakan dapat dijadikan informasi dalam mengidentifikasi jenis di lapangan maupun sebagai pertimbangan dalam melakukan teknik budidayanya.

Metrics

  • 23 kali dilihat
  • 12 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education 2016

  • Konferensi di Makassar, Indonesia pada tahun 2016
  • 30 artikel

Seminar Nasional from Basic Science to Comprehensive Education 2016 was held at the Faculty of Sc... tampilkan semua