Kajian Inventarisasi dan Estimasi Upaya Penurunan Emisi Karbon Dioksida di Pltu Suralaya Unit 1–7, Banten

Rizki, Danti Fadhila • Yulinawati,, Hernani • Silalahi, Mawar D.S
Makalah konferensi Seminar Nasional Cendekiawan 2016 • 2016 Indonesia

Abstrak

PLTU Suralaya merupakan pembangkit listrik batubara terbesar di Indonesia terdiri dari 7 unit dengan total kapasitas 3.400MW (Unit 1–4 masing-masing 400MW, Unit 5–7 masing-masing 600MW). Masalahnya PLTU batubara mengemisikan sejumlah besar GRK khususnya CO sehingga perlu diupayakanpenurunan emisinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui beban emisi GRK (CO ) Unit 1–7 tahun 2010–2014; estimasi emisi CO tahun 2015–2024; dan upaya penurunan emisi CO yang dapat dilakukan. Metode penelitian mengacu pada IPCC-GL-2006 untuk perhitungan beban emisi dan UN-FCCC metode AM0061 ver.02.1untuk perhitungan penurunan emisi. Hasil penelitian menunjukkan emisi CO total Unit 1–7 tahun 2010–2014 sebesar 112.165.480 ton. Intensitas emisi CO tertinggi pada Unit 3 sebesar 1.152 ton/MWh. Faktor-faktor yang mempengaruhi emisi CO adalah kualitas batubara yang digunakan, efisiensi peralatan pembangkit, dan umur ekonomis pengoperasian peralatan. Estimasi emisi CO pada kondisi BaU tahun 2015–2024 mencapai 250.708.682 ton. Upaya rehabilitasi unit dengan menaikkan efisiensi proses pembakaran 1% diestimasi mampu menurunkan emisi CO2 sebesar 18% yaitu rata-rata 183.826 tonCO /tahun (total 735.304 tonCO /tahun Unit 1– 4)dan 263.887 tonCO /tahun (total 791.664 tonCO /tahun Unit 5–7). Upaya ini tergolong proyek CDM dalam Kyoto Protokol. Teknologi CCS pasca-pembakaran dapat menurunkan emisi CO hingga 80% dengan rata-rata 2.443.493 tonCO /tahun (Unit 1–4)dan 3.745.727 tonCO /tahun (Unit 5–7).

Metrics

  • 5 kali dilihat
  • 0 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional Cendekiawan 2016

  • Konferensi di Jakarta, Indonesia pada tahun 2016
  • 30 artikel

Seminar Nasional Cendekiawan diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian Universitas Trisakti bekerja... tampilkan semua