Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif dengan Metode Penemuan Terbimbing Berbantu Lks pada Materi Geometri di Kelas III Sekolah Dasar Negeri 2 Kota Bima

Arnasari Medekawati Hadi

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 9 pages)

Abstrak

Salah satu bagian dari materi matematika yang dapat mengembangkan kemampuan siswa dalam berpikir logis dan mengembangkan kreativitas siswa adalah materi geometri dengan pokok bahasan bangun datar. Pokok bahasan ini dapat dikategorikan kepada materi yang cukup sukar serta memerlukan pemahaman yang cukup tinggi. Sehingga, dalam mengajarkan materi geometri di SD, seorang guru harus dapat menyajikan materi awal secara konkrit, dan menghubungkan pembelajaran geometri dengan benda-benda nyata sehingga siswa dapat memahami materi dengan mudah. Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SD Negeri 2 Kota Bima, pada saat pembelajaran kebanyakan siswa hanya menerima dan menghafal konsep-konsep dan rumus-rumus yang diajarkan, tanpa tahu bagaimana proses penemuan konsep dan rumus dari materi tersebut. Hal itu menyebabkan siswa kurang paham terhadap konsep materi pokok geometri dan mengakibatkan kebanyakan siswa memperoleh nilai dibawah KKM yaitu 60. Salah satu variasi model pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif dengan metode penemuan terbimbing berbantu LKS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi geometri menggunakan metode penemuan terbimbing berbantu LKS. Metode yang digunakan dalam pengambilan data adalah lembar observasi siswa dan tes uraian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan aktivitas siswa dari 8 aktivitas menjadi 10 jenis aktivitas siswa berada dalam batas toleransi waktu yang diberikan dan dikatakan efektif. Sedangkan untuk hasil belajar diperoleh data bahwa siswa yang tuntas sebanyak 31 orang, siswa yang tidak tuntas sebanyak 5 orang, dan yang tidak mengikuti tes sebanyak 4 orang. Berdasarkan hasil tersebut, presentase ketuntasan belajar klasikal adalah 86,11%, karena terdapat lebih dari 85% dari jumlah siswa di kelas yang mencapai ketuntasan belajar, maka dikatakan bahwa siswa telah tuntas secara klasikal.

Metrik

  • 641 kali dilihat
  • 1172 kali diunduh

Jurnal

Aksioma: Jurnal Matematika dan Pendidikan Matematika UPGRIS Semarang

Jurnal AKSIOMA adalah jurnal yang menaungi hasil-hasil penelitian dari unsur dosen, guru dan maha... tampilkan semua