Perubahan Morfologi dan Toleransi Tanaman Kentang terhadap Suhu Tinggi

Tri Handayani • Panjisakti Basunanda • Rudi Hari Murti • Eri Sofiari
Journal article Jurnal Hortikultura • Desember 2013

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 11 pages)

Abstrak

Cekaman suhu tinggi terjadi apabila suhu lingkungan melebihi suhu optimum yang diperlukan tanaman. Tanaman kentang mengalami berbagai Perubahan morfologi tanaman dan umbi, serta penurunan produksi umbi, sebagai respons terhadap suhu tinggi. Penelitian bertujuan untuk mempelajari Perubahan morfologi tanaman dan umbi kentang serta toleransi klon-klon kentang terhadap suhu tinggi, dilaksanakan pada Bulan Juli sampai Oktober 2012 di Lembang, 1.250 m dpl. (suhu rerata 20,4°C) dan Subang, 100 m dpl. (suhu rerata 30°C). Dua puluh klon kentang ditanam dalam rancangan acak kelompok lengkap, tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tinggi menyebabkan tipe tumbuh tanaman lebih tegak, batang memanjang, ukuran daun mengecil, serta permukaan umbi tidak teratur. Toleransi terhadap cekaman suhu tinggi dapat dilihat dari perbedaan produksi umbi pada kondisi lingkungan normal dengan lingkungan tercekam suhu tinggi. Klon Atlantik M, CIP 395195.7, N.1, dan Ping 06 bersifat toleran terhadap cekaman suhu tinggi berdasarkan kecilnya Perubahan produksi akibat suhu tinggi. Produksi umbi per tanaman keempat klon tersebut di Subang berturut-turut 188,28; 137,03; 122,58; dan 121,49 g. Klon-klon tersebut dapat dijadikan sebagai materi dalam perbaikan varietas toleran suhu tinggi maupun dalam perbaikan teknologi budidaya kentang di dataran medium.

Metrik

  • 297 kali dilihat
  • 35 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Hortikultura

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikul... tampilkan semua