Integrasi Model Kano dan Teknik Qfd dalam Kegiatan Pengembangan Produk: suatu Tinjauan Kritis

Trifandi Lasalewo
Makalah konferensi Seminar Nasional Seni dan Desain 2017 • Oktober 2017

Abstrak

Kebutuhan dan harapan konsumen atas produk berubah dengan cepat, menuntut produsen mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. Dalam banyak studi, tidak semua produk yang dikembangkan produsen akan berhasil di pasaran, bahkan beberapa diantaranya gagal saat peluncurannya. Hanya produk yang memiliki fitur yang sesuai dengan kebutuhan konsumen yang akan sukses di pasaran. Untuk mengetahui kebutuhan tersebut, dilakukan melalui voice of the customer yang bertujuan untuk menjaring atribut produk apa saja yang benar-benar dibutuhkan dan berapa besar segmen pasarnya. Melalui integrasi Model Kano dan matrik QFD (Quality Function Deployment) mampu menciptakan produk inovatif dengan lebih mudah, murah, dan cepat. Model Kano, membantu produsen mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang kepuasan konsumen, diklasifikasikan kedalam must-be attributes, one-dimensional attributes, dan attractive attributes, sedangkan matriks QFD menyediakan sarana untuk menterjemahkan kebutuhan konsumen ke dalam aspek teknis yang sesuai untuk setiap tahap pengembangan produk.

Metrics

  • 3 kali dilihat
  • 8 kali diunduh

Konferensi

Seminar Nasional Seni dan Desain 2017

  • Konferensi di Surabaya, Indonesia pada tahun 2017
  • 88 artikel

Seminar Nasional Seni dan Desain (SENDES) UNESA 2017 merupakan pertemuan/seminar ilmiah tentang b... tampilkan semua