Risk-taking in Foreign Language Acquisitionand Learning: Confessions From Efl Learners

Reni Kusumaningputri
Journal article Jurnal Pengembangan Pendidikan • 2012

Abstrak

. Pembelajaran atau pemerolehan bahasakedua di dalam konteks bahasa asing seperti Bahasa Inggris merupakan perjalananyang sangat rumit. Kesuksesannya bergantung pada banyak aspek. Salah satunyaadalah pada keinginan pembelajar untuk berpartisiasi dalam interaksi yangmengharuskan mereka menggunakan bahasa yang mereka pelajari tersebut padasituasi-situasi yang tidak bisa diprediksikan keberhasilannya. Pembelajar yangbisa mengatasi situasi ini dan mengubahnya menjadi sebuah pencapaian dinamakansebagai pembelajar yang mau mengambil resiko (risk-taker). Namun, di kelas-kelasbahasa asing banyak ditemukan kondisi lemahnya partisipasi penggunaan bahasaasing/bahasa kedua (B2) baik di dalam dan luar kelas. Karenanya studi inibertujuan untuk mengetahui gambaran apa saja situasi-situasi yang pembelajarmaknai sebagai situasi yang tidak bisa diprediksi dan bagaimana mereka melihatsituasi-situasi ini sesungguhnya. Hasil studi menunjukkan bahwa resiko disindirguru/dosen, resiko ditolak, resiko diajak berbicara lebih lama denganmenggunakan B2, resiko nilai, dan resiko bertindak dan berkata tidak sopanadalah 5 situasi yang paling dianggap tidak bisa diprediksi. Lima hal inimenjadi sumber kegelisahan mereka yang pada akhirnya menjadikan mereka kurangaktif dalam menggunakan Bahasa Inggris baik di dalam maupun di luar kelas.

Metrics

  • 148 kali dilihat
  • 1346 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Pengembangan Pendidikan

Jurnal Pengembangan Pendidikan is an open access, peer-reviewed journal that publishes original r... tampilkan semua