Perilaku Harga dan Integrasi Pasar Bawang Merah di Indonesia

Reni Kustiari
Journal article Jurnal Agro Ekonomi • 2017 Indonesia

Abstrak

EnglishThis study aims to look at price behavior and shallot market integration in Indonesia. This study uses monthly producer and consumer price data from 2011-2016. Price behavior is analyzed by coefficient of variation. Shallot market integration is analyzed by the Johansen cointegration model. The coefficient of variation of producer and consumer price increases following implementation of Horticultural Product Import Recommendation (RIPH) policy. The results of the Engle-Granger causality test show that there is no Engle-Granger causality relationship between consumer price and producer price of shallot in Indonesia, this is could be due to market power and market failure. Analysis of variance decompositions shows that DKI Jakarta market is the dominant market and referenced market in projecting of consumer price of shallot in Indonesia.IndonesianStudi ini bertujuan untuk menganalisis perilaku harga dan integrasi pasar bawang merah di Indonesia. Studi ini menggunakan data harga produsen dan harga konsumen bulanan dari 2011-2016. Perilaku harga dianalisis dengan koefisien variasi. Integrasi pasar bawang merah dianalisis dengan model kointegrasi Johansen. Koefisien variasi harga produsen dan harga konsumen meningkat sesudah diberlakukannya kebijakan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH). Hasil uji kausalitas Engle-Granger menunjukkan bahwa antara harga konsumen dan harga produsen bawang merah di Indonesia tidak terdapat hubungan kausalitas, ini karena terjadinya market power dan kegagalan pasar. Analisis dekomposisi variasi menunjukkan bahwa pasar DKI Jakarta menjadi pasar dominan dan dapat menjadi acuan untuk proyeksi harga konsumen bawang merah di Indonesia.

Metrics

  • 78 kali dilihat
  • 4 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Agro Ekonomi

Jurnal Agro Ekonomi (JAE) adalah media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian sosial-eko... tampilkan semua