Dampak Faktor Eksternal terhadap Kesejahteraan Rumahtangga Petani Tebu Keprasan di Kabupaten Pati, Jawa Tengah

Fadilla Ristya Aminda • Bonar Marulitua Sinaga • Anna Fariyanti
Journal article Jurnal Agro Ekonomi • 2017 Indonesia

Abstrak

EnglishPati Regency is the production center of sugarcane in Central Java. A total of 5,905 households in Pati regency make sugarcane farming as its main income source. However, sugarcane farmer households are faced with the problem of limited financial capital to adopt technologies that increase productivity. This paper aims to analyze the factors that influence the economic decisions of sugarcane farmer households in the allocation of work, production, and household's expenditure, as well as to analyze the impact of changes in input prices, output price, credit and rendement to sugarcane farmer household in Pati regency. The Simultaneous equations model consisting of 21 structural equation and 22 identity equations was estimated using Two Stage Least Square (2SLS) method. The results showed that increasing the number of credit, sugar price, and rendement could compensate the increasing of fertilizer price and labor wage, and provides the positive impact on the welfare of farmer households. Government should develope strategies that ensure acces to credit for farmer and adjusted the price of sugar to increase farmer household welfare.IndonesianKabupaten Pati adalah sentra produksi tebu di Jawa Tengah. Sebanyak 5.905 rumahtangga petani tebu di Kabupaten Pati menjadikan pertanian tebu sebagai sumber pendapatan utamanya. Rumahtangga petani tebu dihadapkan pada masalah keterbatasan modal sehingga kemampuan adopsi teknologi rendah, menyebabkan budidaya tidak optimal dan berdampak pada rendahnya produktivitas dan pendapatan rumahtangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan ekonomi rumahtangga petani tebu dalam alokasi curahan kerja, produksi, dan pengeluaran rumahtangga, serta menganalisis dampak Perubahan harga input, harga ouptut, kredit dan rendemen terhadap kesejahteraan rumahtangga petani tebu. Penelitian menggunakan data cross section dengan jumlah sampel sebanyak 56 rumahtangga petani tebu. Model ekonomi rumahtangga petani dibangun dengan sistem persamaan simultan yang terdiri dari 21 persamaan struktural dan 22 persamaan identitas, diestimasi menggunakan metode Two Stage Least Square (2SLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan peningkatan harga gula, jumlah kredit, dan rendemen memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan rumahtangga petani. Peningkatan harga pupuk dan upah tenaga kerja luar keluarga mampu dikompensasi dengan peningkatan jumlah kredit, harga gula, dan rendemen. Pemerintah sebaiknya meningkatan harga patokan petani dan jumlah kredit yang dapat diakses untuk mendorong adopsi teknologi dengan melakukan peremajaan tanaman (bongkar ratoon) yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan rumahtangga.

Metrics

  • 45 kali dilihat
  • 4 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Agro Ekonomi

Jurnal Agro Ekonomi (JAE) adalah media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian sosial-eko... tampilkan semua