Pengujian Stabilitas Genetik Plantlet Citrumelo Hasil TTCL Dari Kultur in Vitro Dengan Menggunakan Teknik Sekuen Berulang (Genetic Stability Assessment of Plantlet Derived TTCL Citrumelo Using Repetitive Sequence Technique)

Farida Yulianti • Hidayatul Arisah • Dita Agisimanto
Journal article Jurnal Hortikultura • Desember 2017

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstrak

Protokol organogenesis untuk perbanyakan plantlet Citrumelo menggunakan metode transverse thin cell layer (tTCL) batang telah berhasil dikembangkan. Identifikasi stabilitas genetik tanaman hasil kultur jaringan mutlak diperlukan untuk menguji keberadaan off-type. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui potensi primer retrotransposon dan inter simple sequence repeat (ISSR) dalam mendeteksi stabilitas genetik tanaman Citrumelo dari periode kultur yang panjang. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni 2013 sampai dengan Oktober 2015 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika, Tlekung. Sebanyak empat penanda dengan urutan basa berulang, yaitu retrotransposon dan ISSR digunakan untuk menguji stabilitas genetik plantlet in vitro yang berumur 22 bulan dan untuk mengonfirmasi metode yang dapat diandalkan untuk perbanyakan jeruk Citrumelo yang true-to-type pada masa mendatang. Daun plantlet diseleksi dan diisolasi secara bulk. Amplifikasi dilakukan terhadap DNA dengan sistem bulk segregant analysis (BSA), dan kemudian dipisahkan menggunakan gel agarose. Tanaman in vitro yang sama secara morfologi dapat dibedakan oleh penanda INT-retrotransposon yang mendeteksi adanya kehilangan pita pada grup sampel dengan ukuran 550 bp. Keberadaan retrotransposon dalam genom berlimpah dan aktivasinya diinduksi oleh stres. Kondisi kultur jaringan berpotensi menginduksi aktivasi retrotransposon. Keragaman genetik diperoleh sebesar 2,6%, tetapi masih dapat diterima untuk plantlet yang dihasilkan dari kultur jangka panjang. Plantlet yang digunakan dalam penelitian ini adalah plantlet yang dikulturkan sejak awal tahun 2014 dan telah digunakan untuk mempelajari faktor media dan lingkungan kultur yang efisien pada Citrumelo selama periode 2014–2015. Aktivitas pengkajian variabilitas genetik plantlet yang dihasilkan melalui tTCL batang masih terus dilakukan. Kombinasi protokol dan deteksi berbasis penanda PCR menjadi sarana yang efektif untuk perbanyakan massa benih berkualitas hasil kultur jaringan untuk mendukung progam pemuliaan maupun perbenihan.KeywordsCitrumelo; tTCL; Variabilitas genetik; Retrotransposon; ISSR

Metrik

  • 258 kali dilihat
  • 55 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Hortikultura

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikul... tampilkan semua