Persepsi dan Adaptasi Petani Sayuran terhadap Perubahan Iklim di Sulawesi Selatan (Vegetable Farmers' Perception On Adaptation To Climate Change In Lowland And Highland Areas Of South Sulawesi)

Witono Adiyoga • Liferdi Lukman
Journal article Jurnal Hortikultura • Desember 2017 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 18 pages)

Abstrak

Perubahan iklim di Indonesia dalam jangka menengah ke depan akan menjadi ancaman serius bagi ketahanan pangan. Penelitian survey dilaksanakan di ekosistem dataran tinggi dan rendah Sulawesi Selatan (mencakup tiga pola musim yaitu sektor barat, peralihan, dan timur) pada bulan Juni-Agustus 2012. Pada setiap ekosistem, 110 petani dipilih secara acak, sehingga total responden adalah 220 petani sayuran. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Penelitian ini diarahkan untuk mempelajari adaptasi aktual yang dilakukan pada tingkat USAhatani, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi kendala adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 36 opsi adaptasi yang ditawarkan, mayoritas responden mempersepsi 30 opsi (misalnya, penghematan penggunaan air, penggunaan varietas tahan hama penyakit, dsb.) sebagai cara adaptasi yang potensial atau relevan untuk dilaksanakan di semua pola musim. Sementara itu, opsi-opsi yang dipersepsi beragam (relevan/tidak relevan) oleh responden di pola-pola musim yang berbeda di antaranya adalah penggunaan tanaman penutup, penggunaan varietas tanaman toleran salinitas, dsb. Opsi-opsi adaptasi (misalnya, penanaman pada awal musim hujan, penerapan rotasi tanaman, dsb.) diklaim telah dilaksanakan oleh proporsi responden yang lebih tinggi secara konsisten pada semua pola musim. Opsi-opsi lainnya (misalnya, penggunaan tanaman penutup, penggunaan varietas toleran salinitas, dsb.) dipersepsi secara beragam. Mayoritas petani responden mempersepsi perlunya dukungan teknologi untuk opsi-opsi, misalnya penerapan pengolahan tanah minimum, penggunaan pestisida hayati, dsb. Sementara itu, untuk opsi-opsi lain, misalnya mencari informasi lengkap tentang Perubahan iklim dan lebih giat untuk mendapatkan pekerjaan paruh waktu di luar pertanian, dipersepsi beragam antarpola musim. Keberagaman persepsi antarpola musim pada dasarnya menunjukkan pengaruh spesifik lokasi USAhatani. Analisis selanjutnya menunjukkan bahwa faktor pendidikan, usia, dan luas lahan garapan sangat berpengaruh terhadap pengambilan keputusan petani untuk melaksanakan/tidak melaksanakan opsi adaptasi. Sementara itu, tiga faktor sikap yang pengaruhnya paling dominan adalah sikap berkaitan dengan pengaruh terhadap penurunan kualitas hidup, sikap berkaitan dengan perlunya perhatian lebih terhadap Perubahan iklim, dan sikap berkaitan dengan kapasitas adaptasi petani. Sebagian besar petani secara konsisten mempersepsi tiga hal yang berdasarkan urutan kepentingannya menjadi kendala utama adaptasi, yaitu perhatian dan kebijakan pemerintah yang masih lemah, harga sarana/input produksi yang mahal, dan tidak tersedia teknologi budidaya yang dirancang untuk beradaptasi terhadap Perubahan iklim. Upaya sosialisasi/kampanye yang bersifat informatif dan edukatif perlu terus dilakukan untuk mengembangkan strategi pengelolaan risiko iklim dan meningkatkan keterampilan serta pengetahuan petani agar dapat menghadapi variabilitas dan Perubahan iklim secara lebih baik.KeywordsPersepsi; Opsi adaptasi; Perubahan iklim; Sayuran; Pola musim

Metrik

  • 242 kali dilihat
  • 149 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Hortikultura

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikul... tampilkan semua