Sistem USAhatani Cabai Merah Pada Lahan Pasir Di YOGYAKARTA

Nfn Sutardi • Cristina Astri Wirasti
Journal article Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian • Juli 2017 Indonesia

Abstrak

Rendahnya produktivitas cabai merah di Yogyakarta antara lain disebabkan penggunaan benih yang tidak bermutu, tidak tersedianya paket teknologi spesifik lokasi, lemahnya dukungan kelembagaan, dan skala USAhatani yang kecil serta penyakit virus gemini. Potensi lahan pasir cukup luas ±3.300 ha terdapat di sepanjang pantai selatan Kabupaten Kulon Progo dan Bantul. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kelayakan paket teknologi USAhatani cabai merah varietas Kencana dan Helix spesifik lokasi pada lahan pasir pantai layak untuk dikembangkan. Pengkajian dilaksanakan di Desa Bugel II, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta pada bulan Maret-Agustus 2015. Pengkajian menggunakan faktor tunggal dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (Rondomize Complete Block Design). Perlakuan berupa dua paket teknologi, yaitu teknologi inovasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta dan cara petani diulang 20 kali dengan luas plot sesuai dengan luas kepemilikan lahan petani 500 m2. Analisis data dilakukan terhadap keragaan pertumbuhan, produksi, dengan menggunakan uji t, dan pendapatan USAhatani dan sosial ekonomi dengan pendekatan B/C, R/C, MBCR dan statistik deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa respon petani koperator terhadap paket teknologi USAhatani cabai merah dengan teknologi introduksi sebesar >80% sedangkan petani non koperator hanya 50%. Produksi cabai merah varietas Kencana dan Helix paket teknologi introduksi untuk setiap hektar mencapai 3,621 t dengan keuntungan bersih Rp20.976.500 atau R/C 1,15 dan MBCR 1,96; sedang varietas Helix mencapai 8,068 t/ha dengan keuntungan Rp120.666.500/ha atau R/C 2,26 dan MBCR 5,89. Sementara dengan menggunakan teknologi yang dilakukan oleh petani, produksi cabai merah varietas Helix hanya 4,842 t/ha dan varietas Kencana 1,475 t/ha dengan keuntungan bersih Rp37.248.500 dan Rp.41.447.500. Dengan tersedianya varietas unggul cabai merah dan paket tekologi introduksi maka cabai merah dapat dikembangkan pada lahan pasir, dalam implementasinya diperlukan pendampingan secara intensif.cabai merah, sistem USAhatani, adopsi teknologi, lahan pasir

Metrics

  • 39 kali dilihat
  • 0 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran has... tampilkan semua