Respon Pengrajin Tempe Terhadap Introduksi Varietas Unggul Kedelai Untuk Produksi Tempe

Dian Adi Anggraeni Elisabeth • Erliana Ginting • Rahmi Yulifianti
Journal article Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian • November 2017

Abstrak

Sosialisasi dan introduksi varietas unggul telah dilakukan secara intensif seiring dengan upaya perluasan areal tanam kedelai sehingga kedelai dari varietas unggul akan banyak tersedia di pasaran. Oleh karena itu, sosialisasi kepada industri pengolahan kedelai, terutama yang berdomisili di luar daerah sentra produksi kedelai termasuk Kota dan Kabupaten Malang perlu dilakukan karena selama ini mereka masih terbiasa menggunakan kedelai impor. Studi bertujuan memberikan gambaran mengenai hasil pembinaan berupa introduksi penggunaan varietas unggul kedelai Balitbangtan untuk produksi tempe dan melihat respon pengrajin. Studi dilaksanakan pada September 2015, melibatkan 122 orang responden, terdiri dari 39 pengrajin tempe, 67 pengrajin keripik tempe, dan 16 pengrajin olahan kedelai lain. Data primer didapatkan melalui metode wawancara dengan kuesioner semi-terbuka, meliputi data karakteristik umum USAha industri kecil menengah (IKM), uji sensoris tempe, dan respon pengrajin. Data dilengkapi dengan analisis fisik dan kimia tempe dari kedelai varietas unggul dan kedelai impor sebagai pembanding. Hasil menunjukkan tempe dari kedelai varietas Argomulyo, Anjasmoro, dan Burangrang memiliki kadar protein yang lebih tinggi dari tempe kedelai impor. Bobot dan volume tempe dari varietas Grobogan tidak berbeda nyata dengan tempe kedelai impor. Dari segi sensoris, pengrajin memberikan respon positif dengan tingkatan suka sampai sangat suka untuk tempe dari varietas Anjasmoro. Informasi mengenai mutu fisik, kimia, dan sensoris tempe yang menunjukkan bahwa mutu tempe yang dibuat dari kedelai varietas unggul tidak kalah bahkan melebihi mutu tempe dari kedelai impor memberikan gambaran pada pengrajin bahwa kedelai impor berpeluang disubstitusi oleh kedelai varietas unggul untuk produksi tempe. Kesadaran ini diharapkan dapat meningkat menjadi adopsi dengan dukungan berbagai pihak (stakeholders). kedelai varietas unggul, kedelai impor, substitusi, pengrajin tempe

Metrics

  • 44 kali dilihat
  • 0 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran has... tampilkan semua