Keadilan dalam Hukum Waris Islam

Suryati Suryati
Journal article Cakrawala Hukum • 2013

Abstrak

Dalam tradisi Arab pra Islam, hukum yang diberlakukan menyangkut ahli waris mereka menetapkan bahwa wanita dan anak-anak tidak memperoleh bagian warisan, konsekuensinya perempuan, anak-anak dan orang tua renta tidak berhak mewarisi harta peninggalan kerabatnya. Islam datang membawa panji keadilan persamaan kedudukan laki-laki dan perempuan, anak-anak, orang dewasa, orang yang tua renta, suami, isteri saudara laki-laki dan saudara perempuan sesuai tingkatan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui azas (doktrin) yang disepakati sebagai sesuatu yang dianggap menyifati hukum kewarisan Islam. Untuk mencapai tujuan tersebut penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan. Kesimpulan: hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Azas " Keadilan berimbang", dalam hukum waris Islam menentukan laki-laki dan perempuan sama-sama berhak tampil sebagai ahli waris, dengan forsi yang berbeda, berdasarkan nash yang gathi, maka adil dan berimbang yang dimaksudkan dalam hukum waris Islam adalah bagian laki-laki sama dengan bagian dua orang perempuan (forsi 2 : 1 antara laki-laki dan perempuan), perbedaan forsi tersebut disebabkan atas perbedaan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada laki-laki lebih besar dibandingkan dengan yang dibebankan kepada perempuan dalam konteks masyarakat Islam. Keywords: Keadilan, Hukum Waris Islam

Metrics

  • 1604 kali dilihat
  • 693 kali diunduh

Jurnal

Cakrawala Hukum

Cakrawala Hukum: Majalah Ilmiah Fakultas Hukum Universitas Wijayakusuma berisi artikel bidang ilm... tampilkan semua