Metrik

  • visibility 155 kali dilihat
  • get_app 206 downloads
description Journal article public Jurnal Agrotek Tropika

Respons Pertumbuhan dan Produksi Padi Varietas Ciherang pada Tiga Dosis Fungi Mikoriza Arbuskular dan Dua Sistem Tanam

Maria Viva Rini, Hindun Nur Haqiqie, Hidayat Saputra
Diterbitkan 2017

Abstrak

Kebutuhan beras dari tahun ketahun terus meningkat, hal tersebut tidak diimbangi dengan produksi padi yang cukup. Salah satu USAha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi yaitu dengan pengaplikasian fungi mikoriza arbuskular (FMA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons pertumbuhan dan produksi padi Varietas Ciherang pada berbagai dosis FMA dan dua sistem tanam. Penelitian disusun secara tunggal terstruktur berkelas dengan 6 perlakuan yang terdiri dari 4 ulangan yaitu d 0 s 1 (dosis FMA 0 spora per rumpun pada lahan tergenang), d 1 s 1 (dosis FMA 300 spora per rumpun pada lahan tergenang), d 2 s 1 (dosis FMA 600 spora per rumpun pada lahan tergenang), d 0 s 2 (dosis FMA 0 spora per rumpun pada lahan kering), d 1 s 2 (dosis FMA 300 spora per rumpun pada lahan kering), dan d 2 s 2 (dosis FMA 600 spora per rumpun pada lahan kering). Homogenitas ragam diuji dengan Uji Bartlett dan kemenambahan data diuji dengan Uji Tukey. Pemisahan nilai tengah perlakuan dengan uji Ortogonal kontras 1% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) padi Varietas Ciherang yangditanam di lahan tergenang menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang ditanam di lahan kering, (2) pemberian FMA pada lahan tergenang dengan dosis 300 dan 600 spora per rumpun menghasilkan pengaruh yang tidak berbeda dibandingkan dengan tanaman tanpa inokulasi FMA, (3) pemberian FMA dosis 600 spora per rumpun menghasilkan pengaruh yang tidak berbeda dibandingkan dengan dosis 300 spora per rumpun, (4) pemberian FMA pada lahan kering dengan dosis 300 dan 600 spora per rumpun menghasilkan pertumbuhan padi Varietas Ciherang yang lebih baik dibandingkan tanpa inokulasi FMA yang ditunjukkan oleh variabel jumlah anakan dan persen infeksi akar (5) pemberian FMA dosis 600 spora per rumpun pada lahan kering menghasilkan produksi yang lebih baik dibandingkan dengan 300 spora per rumpun yang ditunjukkan oleh variabel bobot gabah kering panen, bobot gabah kering giling, dan persen infeksi akar oleh FMA.

Full text

 

Metrik

  • visibility 155 kali dilihat
  • get_app 206 downloads