Bentuk Khazanah Ekoleksikon Pertanian Bahasa Waijewa

Diaspora Tualaka
Journal article Melanesia • 2016

Abstrak

Tulisan singkat ini membahas tentang bentuk kekayaan ekoleksikon pertanian dalam bahasa Waijewa (BW). Khazanah bahasa diciptakan tidak terlepas dari lingkungan dimana bahasa itu hidup karena digunakan oleh penuturnya dalam lingkungannya. Dengan mengaplikasikan teori ekolinguistik yang dikemukakan oleh Haugen (1972) dan menggunakan metode deskriptif analisis data lingual BW ini dijelaskan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa bentuk ekoleksikon pertanian BW dikategorikan dalam bentuk nomina, verba dan adjektiva yang secara morfologis, ekoleksikon pertanian yang berkategori nomina dalam BW terbentuk dari dua kategori kata, yakni NOMINA+ ADJEKTIVA dan NOMINA + NOMINA. Ekoleksikon BW kategori verba terdiri atas verba asal dan verba turunan berbentuk kata majemuk. Dan yang termasuk ke dalam kategori adjektiva, secara semantik dapat menyatakan taraf atau tingkatan dan tidak bertaraf yang meliputi ukuran, warna, dan cerapan yang terkait dengan pancaindera.

Metrics

  • 88 kali dilihat
  • 104 kali diunduh

Jurnal

Melanesia

Melanesia merupakan sebuah jurnal ilmiah yang memuat artikel-artikel tentang hasil penelitian ... tampilkan semua