Penguatan Aspek Kelembagaan Mendukung Percepatan Perkembangan USAha Ternak Sapi Potong - Kelapa Sawit di Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuansing Provinsi Riau

Andriati Zaenun • Titim Rahmawati
Journal article Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian • Maret 2018 Indonesia

Abstrak

Seiring dengan kemajuan teknologi pengelolaan limbah kelapa sawit menjadi pakan ternak,terbuka peluang yang besar untuk mengintegrasikan USAha ternak sapi potong ke dalam perkebunan kelapa sawit plasma. Usaha tersebut melibatkan banyak pihak baik dari lembaga pemerintah maupun non pemerintah dengan peran yang spesifik sehingga menimbulkan interaksi kelembagaan yang komplek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi bobot masing-masing pihak untuk mencapai interaksi kelembagaan yang harmonis mendukung perkembangan USAha ternak sapi potong. Kajian dilakukan di Kecamatan Hulu Kuantan Kabupaten Kuansing selama tahun 2014 dengan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP). Data primer diperoleh melalui Focus Group Discussion (FGD) dengan 20 responden yang dipilih secara sengaja (purposive random sampling) mewakili petani, ketua Kelompok Tani, ketua Gabungan Kelompok Tani, peneliti dan pengkaji BPTP Provinsi Riau, UPTD peternakan Kabupaten Kuansing, Penyuluh Peternakan Lapang, dan petugas kesehatan hewan. Data sekunder meliputi aspek pengelolaan budidaya ternak sapi potong diperoleh dari instansi terkait, kelompok tani, dan instansi terkait lainnya. Data dianalisis dengan perangkat lunak Criterium Decission Plus (CDP). Hasil pengkajian menunjukkan bahwa pada level faktor, modal kerja memegang peranan dominan dengan bobot sebesar 34,50% dan Kelompok Tani (Poktan) memegang peranan paling penting pada level aktor dengan bobot sebesar 25,50%. Peningkatan pendapatan petani menjadi tujuan utama dalam pengembangan USAha ternak sapi potong dengan bobot sebesar 38,60%. Berdasarkan interaksi dari level faktor sampai tujuan, pengelolaan USAha ternak sapi potong yang paling berpeluang untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan adalah pengelolaan oleh petani dengan membentuk Kelompok Tani dengan bobot sebesar 38,00%. sapi potong, AHP, CDP

Metrics

  • 37 kali dilihat
  • 0 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian

Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian (JPPTP) adalah media ilmiah penyebaran has... tampilkan semua