Metrik

  • visibility 116 kali dilihat
  • get_app 147 downloads
description Journal article public Jurnal Renaissance

Analisis Strategi Kontra Isu: Studi Kasus Tim Media Airin Rachmi Diany-benyamin Davnie, dalam Pilkada Kota Tangsel Tahun 2015

Syifa Maulidina, Sonny Sonny
Diterbitkan 1 Mei 2017

Abstrak

Dalam pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2015 telah terjadi persaingan yang begitu ketat. Tim media Airin-Benyamin dianggap berhasil melakukan kontra isu selama pelaksanaan Pilkada Kota Tangerang Selatan 2015. Bagaimana tim sukses pasangan tersebut bisa mengimplementasikan isu kontra? dan isu-isu negatif apa saya yang ditujukan pada pasangan petahana tersebut?. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, dengan jenis studi kasus intrinsik (intrinsic case study). Untuk paradigma yang dipakai adalah paradigma konstruktivisme, dimana teori utama penelitian ini adalah teori propaganda. Dalam politik, strategi kontra isu mempunyai peran penting, merujuk pada USAha persuasif dengan maksud guna mengontrol opini publik untuk menciptakan citra positif. Dari penelitian ini ditemukan fakta, bahwa Tim Media pasangan Airin-Benyamin melakukan propaganda melalui Facebook dan Twitter untuk menyisir pemilih yang di kawasan Perumahan yang sulit menerapkan strategi tatap muka. Tim media pasangan ini menilai bahwa Facebook dan Twitter sudah menjadi gaya hidup. Jika dikelompokkan, maka isu negatif yang ditujukan pada pasangan ini seputar isu korupsi, politik dinasti, penyalahgunaan wewenang, netralitas PNS. Namun yang sangat tren adalah isu korupsi. Tim media pasangan Airin-Benyamin memilih menggunakan strategi pendiaman isu dan defensif (bertahan). Strategi ofensif baru dilakukan dengan menggunakan tema-tema aktual, dan menciptakan isu yang bobotnya sebanding dengan isu negatif yang digulirkan lawan politik. Kesimpulannya, kemenangan pasangan Airin-Benyamin pada Pilkada Kota Tangerang Selatan 2015 tidak luput dari kerja-kerja tim media. Saat ini, dalam politik, khususnya perhelatan pilkada, Facebook dan Twitter menjadi genre tersendiri, khususnya cukup efektif untuk menyasar pemilih pemula.

Full text

 

Metrik

  • visibility 116 kali dilihat
  • get_app 147 downloads