Evaluasi Resistensi dan Daya Hasil Enam Klon Harapan Kentang Transgenik terhadap Serangan Penyakit Hawar Daun (Evaluation Of Resistance To Late Blight And Tuber Yield Of Six Potential Potato Transgenic Clones)

Nfn Kusmana • Alberta Dinar Ambarwati
Journal article Jurnal Hortikultura • Juni 2018

Unduh teks lengkap

Abstrak

Penyakit hawar daun (Phytophthora infestans) merupakan salah satu penyakit utama pada tanaman kentang. Kerusakan yang berat akibat penyakit hawar daun dapat menyebabkan kehilangan hasil panen sampai 80%. Gen pembawa ketahanan terhadap penyakit hawar daun dikenal dengan nama gen RB dan telah berhasil dimasukkan ke dalam genom kentang dan menghasilkan kentang transgenik. Tujuan penelitian untuk menguji ketahanan enam klon kentang transgenik terhadap serangan penyakit hawar daun (P. infestans) dan daya hasil. Penelitian dilakukan di Lapangan Uji Terbatas Desa Citere, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, 1.400 m di atas permukaan laut. Rancangan percobaan menggunakan rancangan petak terpisah, dengan petak utama perlakuan tidak disemprot fungisida dan disemprot fungisida dua kali seminggu dan anak petak 10 genotipe kentang yang terdiri atas enam hibrida kentang transgenik, satu genotipe kentang transgenik Katahdin SP951 sebagai pembanding resisten dan tiga varietas pembanding rentan kentang nontransgenik Granola, Atlantic, dan Katahdin. Jumlah ulangan tiga kali dengan populasi tanaman terdiri atas 50 tanaman/plot. Pengamatan dilakukan terhadap vigor tanaman, insiden serangan hawar daun, dan komponen hasil. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa untuk vigor tanaman tidak terjadi interaksi serta antarperlakuan tidak berbeda nyata. Genotipe yang resisten terhadap hawar daun adalah klon 20, 27, 65, dan 66 setara dengan kontrol positif Katahdin SP951 dan nyata lebih resisten dari varietas pembanding Granola, Atlantic, dan Katahdin. Klon yang resisten terhadap hawar daun menampilkan hasil yang tinggi pada plot tidak disemprot fungisida, sementara pada plot disemprot fungisida 20 kali semua genotipe menampilkan hasil optimalnya. Tingkat kehilangan hasil mencapai 18,8–84,4%. Genotipe dengan intensitas serangan hawar daun tinggi memiliki tingkat kehilangan hasil yang juga tinggi. Klon 20 dan 27 menampilkan daya hasil yang relatif tinggi dengan penundaan penggunaan fungisida 7 minggu setelah tanam.KeywordsGenotipe; P. infestans; Solanum tuberosum L

Metrik

  • 173 kali dilihat
  • 0 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Hortikultura

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikul... tampilkan semua