Karakteristik Ibu Bersalin Dengan Intra Uterine Fetal Death (Iufd) Di Rumah Sakit Tk II Kartika Husada Kabupaten Kubu Raya Tahun Periode 2017

Devi Elvira • Yuliana Yuliana
Journal article Jurnal Kebidanan • 2017

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 9 pages)

Abstrak

Angka kematian neonatal dini menjadi salah satu penyumbang terbesar tingginya angka kematian bayi. Peningkatan usia maternal akan meningkatkan berbagai resiko seperti Intra Uterine Fetal Death (IUFD) yaitu kematian janin dalam rahim dengan berat badan 500 gram atau lebih atau kematian janin dalam rahim pada usia kehamilan 20 minggu atau lebih. Diketahui bahwa jumlah persalinan di RS TK II Kartika Husada pada bulan Januari-Desember tahun 2016 adalah 1004 orang, dengan jumlah bayi lahir hidup sebanyak 970 orang dan bayi yang mati Intra Uterine Fetal Death (IUFD) sebanyak 34 bayi. Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui Karakteristik Ibu Bersalin dengan Intra Uterine Fetal Death (IUFD) di Rumah Sakit TK II Kartika Husada Kabupaten Kubu Raya Tahun Periode 2016. Metode penelitian ini mengunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan Retrospektif, yang dilakukan di Rumah Sakit Kartika Husada Tingkat II dengan jumlah sampel 34 ibu bersalin dengan Intra Uterine Fetal Death (IUFD) dan alat ukur yaitu lembar ceklis. Dari hasil penelitian didapatkan ibu bersalin dengan Intra Uterine Fetal Death (IUFD) meliputi sebagian besar responden (70,5%) 24 orang berumur 20-25 tahun dan 10 orang (29,4%) berumur <20atau>35 tahun, Sebagian besar dari responden (64,7%) yaitu 22 orang dengan paritas 2-5 dan 12 orang (35,3%) paritas <1atau>5, sebagian besar responden (61,7%) yaitu 21 orang yaitu pada usia kehamilan preterem dan 1 orang (2,9%) usia kehamilan postterem, hampir seluruh responden (91,1%) yaitu 31 orang yang tidak riwayat preeklamsia dan 3 orang (8,9%) dengan preeklamsia, Sebagian dari reponden (52,9%) yaitu 18 orang anemia (Hb<11gr%) dan 16 orang (47,1%) yang anemia, Sebagian besar dari responden (79,4%) yaitu 27 yang tidak presentasi kepala dan 7 orang (20,6%) dengan kelainan letak bokong,lintang,dan kaki, hampir seluruh responden (88,2%) yaitu 30 yang tidak plasenta previa dan solusio plasenta dan 4 orang (11,8%) denga plasenta previa dan solusio plasenta. Kesimpulan penelitian yang paling tinggi yaitu pada umur 46 tahun dan yang paling dominan yaitu menunjukan hampir seluruh responden (91,1%) yaitu 34 responden dengan kasus karakteristik ibu yang tidak riwayat ada penyakit preeklamsia. Saran diharapkan penelitian ini dapat melakukan penapisan pada ibu dengan resiko seperti ibu bersalin dengan IUFD dan meningkatkan informasi tentang tanda bahaya kehamilan pada ibu.

Metrik

  • 312 kali dilihat
  • 168 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Kebidanan

Jurnal Kebidanan merupakan berkala ilmiah bidang kesehatan yang diterbikan dua kali setahun pada ... tampilkan semua