Analisis Regresi Non Linier (Polinomial) dalam Pembentukan Kriteria Visibilitas Hilal di Indonesia

Imas Musfiroh • Hendri Hendri
Journal article Al-Marshad • 2018 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 21 pages)

Abstrak

Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa koefisien determinasi terbesar diperoleh dari hubungan semidiameter toposentrik dengan fraksi iluminasi bernilai 0,945; disusul kemudian altitude toposentrik dengan lebar hilal bernilai 0,915; lebar hilal-elongasi bernilai 0,912; elongasi-altitude toposentrik bernilai 0,9066 dan nilai koefisien terendah diperoleh dari hubungan selisih azimut dengan altitude toposentrik dan elongasi berturut-berturut bernilai 0,352 dan 0,318. Berdasarkan nilai koefisien determinasi ini juga terlihat bahwa azimut tidak begitu signifikan mempengaruhi altitude toposentrik dan elongasi karena nilai koefisien yang rendah. Namun di sisi lain, lebar hilal, umur hilal elongasi dan ketinggian hilal saling memengaruhi satu sama lain dengan begitu signifikan karena nilai koefisien yang cukup besar mendekati. Kriteria terbaik dibentuk berdasarkan altitude toposentrik dan elongasi atau altitude toposentrik dengan lebar hilal toposentrik. Kriteria Altitude-Elongasi dengan persamaan h ≥ 0,0445 ARCL2 – 0,6065 ARCL+ 4,0165° memiliki titik Balik minimum pada 6,815° untuk elongasi dan 1,950° untuk altitude. kriteria Altitude-Lebar Hilal dengan persamaan h ≥ 0,9373W'3 – 3,6892W'2 + 11,596W' + 1,4057° memiliki titik belok pada 1,312 menit busur untuk lebar hilal dan 12,386° untuk altitude.

Metrics

  • 154 kali dilihat
  • 30 downloads

Jurnal

Al-Marshad

Jurnal Al-Marshad merupakan kumpulan tulisan ilmiah yang berkaitan dengan ilmu astronomi Islam. tampilkan semua