Uji Potensi Beberapa Varietas Bawang Merah untuk Menghasilkan Biji Botani di Dataran Tinggi Sulawesi Selatan (Test Potential For Some Variety To Produce True Shallot Seed In Highland South Sulawesi)

Nfn Nurjanani • Fadjry Djufry
Journal article Jurnal Hortikultura • Desember 2018 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstrak

Budidaya bawang merah di Sulawesi Selatan selama ini masih menggunakan umbi lokal sebagai benih. Penggunaan umbi secara terus menerus sebagai benih dapat menyebabkan penurunan produksi. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut, yaitu dengan menggunakan biji botani (true shallot seed/TSS). Penelitian bertujuan untuk mendapatkan varietas bawang merah yang mampu menghasilkan biji botani (TSS) di atas 1 g per rumpun. Penelitian dilaksanakan di Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto mulai bulan Maret hingga September 2015. Penelitian disusun berdasarkan rancangan acak kelompok dengan empat perlakuan varietas dan diulang tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas yang menghasilkan biji terbanyak adalah Trisula dan Pancasona masing-masing dengan bobot 4,90 g dan 4,18 g per rumpun, dengan persentase tanaman berbunga masing-masing 93% dan 90%. Berbeda dengan varietas Maja Cipanas dan Mentes yang menghasilkan biji masing-masing 1,85 g dan 1,49 g, sedangkan persentase tanaman yang berbunga pada varietas Maja Cipanas hanya 60% dan varietas Mentes 30%. Dua varietas bawang merah, yaitu Trisula dan Pancasona dapat direkomendasikan sebagai penghasil benih TSS bawang merah di dataran tinggi kering Sulawesi Selatan. Analisis R/C ratio USAha tani bawang merah dalam menghasilkan TSS adalah 1,3, yang berarti bahwa produksi benih TSS layak diusahakan.KeywordsBawang merah; Biji botani; Varietas

Metrik

  • 64 kali dilihat
  • 21 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Hortikultura

Jurnal Hortikultura (J.Hort) memuat artikel primer yang bersumber dari hasil penelitian hortikul... tampilkan semua