Reformasi Birokrasi Pelayanan Perizinan di DKI Jakarta

Brief Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah • 2014 Kamboja • Indonesia • Laos • Malaysia • Singapura • 1 more

Abstrak

Dalam penilaian internasional, Indonesia dipandang masih kalah kompetitif dibandingkan negara tetangga di ASEAN maupun secara internasional. The Global Competitiveness Report 2013-2014 mencatat Indonesia menempati urutan ke-38 dari 144 negara yang diteliti. Studi lainnya dalam Doing Business 2014 yang dilakukan oleh International Finance Corporation menyebutkan: Indonesia, yang diwakili oleh DKI Jakarta, menduduki peringkat 120 dari 189 negara yang diteliti-- jauh tertinggal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura (1), Malaysia (6) dan Thailand (18), dan hanya sedikit lebih tinggi dari Kamboja (137), dan Laos (159). Merujuk studi IFC tersebut, dalam proses pengurusan sejumlah izin sebagai prasyarat memulia usaha (starting a business), kinerja birokrasi perizinan di Jakarta masih belum efektif dan efisien dari segi prosedur, biaya, dan waktu pengurusannya. Pelaku usaha harus menunggu 1 bulan lebih lama (8 prosedur, 45 hari) jika dibandingkan dengan negara-negara kawasan Asia Timur dan pasifik (7 prosedur, 37 hari). Bahkan jika dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya di Indonesia, kinerja layanan Jakarta masih kalah: Yogyakarta (29 hari), Surakarta (29 hari), dan Denpasar (31 hari).

Metrics

  • 92 kali dilihat
  • 45 kali diunduh

Penerbit

Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah

Berdiri pada 2001, KPPOD adalah organisasi riset di Jakarta yang memantau kebijakan pemerintah pu... tampilkan semua