Metrik

  • visibility 1 kali dilihat
  • get_app 0 downloads
description Journal article public Veritas

Pregenealogical Coherence Dan Teks Awal Markus 1:41

Stefanus Kristianto
Diterbitkan 2018

Abstrak

Diskusi teks Markus 1:41 merupakan salah satu diskusi teks yang paling menarik. Mayoritas sarjana menganggap bahwa bacaan σπλαγχνισθεὶς adalah bacaan sekunder, meskipun bacaan ini didukung oleh mayoritas saksi. Dalam tulisan ini, penulis akan menunjukkan bahwa bukti yang didapat dari analisis pregenealogical coherence makin memperkuat validitas bukti eksternal dalam mendukung bacaan σπλαγχνισθεὶς sebagai teks awal. Karena itu, bukti eksternal yang konklusif ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Di akhir tulisan, penulis akan mendiskusikan secara singkat kemungkinan transkripsional (transcriptional probability) mengapa penyalin mengubah bacaan σπλαγχνισθεὶς menjadi ὀργισθείς. Kata-kata kunci: Kritik Teks Perjanjian Baru, Pregenealogical Coherence, Coherence-Based Genealogical Method, Markus 1:41, Teks Awal   Discussion as to the text of Mark 1:41 is one of the most interesting textual discussions. Although most witnesses support the primacy of the reading σπλαγχνισθεὶς, most scholars consider that the reading is secondary. In this paper, the writer intends to show that the pregenealogical coherence analysis on the text strengthens the validity of the external evidences in supporting σπλαγχνισθεὶς as the initial text. These conclusive external evidences, therefore, must not be set aside. At the end of this paper, the writer will discuss in brief as to why the scribes altered the reading σπλαγχνισθεὶς to be ὀργισθείς. Keywords: New Testament Textual Criticism, Pregenealogical Coherence, Coherence-Based Genealogical Method, Mark 1:41, Initial Text

Full text

 

Metrik

  • visibility 1 kali dilihat
  • get_app 0 downloads