Pemikiran Soekarno Tentang Islamisme dan Pemahaman Pendidikan Islam

Yusni Biliu
Journal article Jurnal Ilmiah Al-Jauhari • 2017

Unduh teks lengkap
(19 pages)

Abstrak

Pemikiran Soekarno tentang Islamisme menekankan pada rasionalitas dengan yang dapat dibuktikan dengan salah satu pernyataannya bahwa ”motor” hakiki dari semua rethinking of Islam adalah kembalinya penghargaan terhadap akal. Soekarno menegaskan perlu difungsikannya akal agar umat Islam mampu bangkit dari keterlelapan. Umat Islam harus berani melepaskan diri dari ”penjara taqlid” dan memberanikan diri untuk menatap masa depan yang sarat dengan kompetisi dan kompleksitas kultur dan ilmu pengetahuan. Soekarno juga memandang bahwa Islam memiliki ide progresif (idea of progress). Pemikiran Soekarno tentang Islamisme pendidikan Islam dapat ditunjukkan dari adanya pemikiran tentang humanisme merupakan prinsip yang tidak pernah lepas dari materi maupun proses pembelajaran yang diterapkannya. Karena Islam memiliki nilai universal dalam segala hal. Islam adalah rahmatal lil alamin maka pemahaman pendidikan Islam harus menekankan pada pendidikan kasih sayang, menghormati dan menghargai orang lain, kebebasan berfikir, humanisme dan pluralisme serta tidak mengenal etnisitas maupun sekterianisme yang sejalan dengan gagasan-gagasan yang dikedepankan oleh Soekarno dalam berbagai tulisan dan pernyataannya. Implikasi lainnya terlihat pada komponen-komponen pendidikan Islam baik tujuan, pendidik, peserta didik, alat pendidikan dan lingkungan pendidikan yang harus menumbuhkan nilai-nilai Islam khususnya keimanan dalam pendidikan. Keimanan yang dapat memperbaiki suatu kehidupan masyarakat dan bangsa.

Metrik

  • 0 kali dilihat
  • 1 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Ilmiah Al-Jauhari

Jurnal Ilmiah Al-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner adalah jurnal yang diterbitkan o... tampilkan semua