Praktek Trafficking terhadap Perempuan dalam Bisnis Pengerahan Buruh Migran Indonesia
2008
Akhmad Darmawan

Metrik

  • Eye Icon 370 kali dilihat
  • Download Icon 146 kali diunduh
Metrics Icon 370 kali dilihat  //  146 kali diunduh
Abstrak

Perdagangan manusia trafficking berarti perekrutan, transportasi, pembelian, penjualan, pemindahan, penyembunyian, atau penerimaan orang dengan ancaman, penggunaan kekerasan, penculikan, pemaksaan, penipuan, pemaksaan dengan kekerasan (termasuk penyalahgunaan wewenang), jeratan hutang untuk tujuan menempatkan atau menahan orang tertentu, apakah dibayar atau tidak, dalam kerja paksa, atau praktek-praktek seperti perbudakan Globalisasi ekonomi telah mengubah pola perburuhan dan perdagangan di seluruh dunia.Kecenderungan yang berkembang dalam menuju perdagangan bebas, kondisi ini membuka peluang dan terbukanya lalu lintas arus barang, jasa, dan tenaga kerja sehingga lebih terbuka peluang bagi buruh untuk bermigrasi kerja ke Negara dengan ekonomi yang lebih maju.Trafficking merupakan komponen dalam kontinum perpindahan penduduk atau migrasi yang kompleks dan bisa berubah-ubah setiap saat. Artinya bahwa migrasi tenaga kerja pada suatu titikbisa berlangsung secara sukarela untuk jangka pendek dan bisa berubah menjadi migrasi secara paksa. Yang sukarela bisa menjadi tetap, sedangkan yang tetap bisa menjadi illegal.Motif utama mereka untuk berpindah adalah motif ekonomi. Gambaran tersebut menghancurkan mitos tentang adanya hambatan budaya bagi perempuan yang bermigrasi meninggalkan kampung halamannya untuk mencari penghidupan, karena hal ini dianggap menyalahi peran gendernya. Perempuan yang dianggap sebagai makhluk (sebab itu puladilindungi) tidak didorong untuk pergi jauh-jauh. Pertanyaan yang sering berkembang di masyarakat adalah mengapa praktek trafficking terhadap Buruh Migran Perempuan Indonesia ini terus terjadi. Persoalan adalah Buruh Migran Perempuan Indonesia tidak lepas dari kekuatan laindi luar ketidak berdayaan dirinya. Secara ekonomis, Perusahaan Pengerah Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) akan mendapatkan keuntungan dari rekruiting fee dari majikan yang lebihbesar disbanding Buruh Migran Laki-Laki. Persoalan gender dan diskriminasi sosial telah memposisikan perempuan sebagai seorang yang penurut, dan mudah diatur (termasuk ditipu dan dieksploitasi). Sehingga dengan sedikit tipuan para pengerah akan mudah merekrutnya.Kebutuhan Buruh Migran Perempuan banyak didominasi untuk criteria unskill dengan upah murah, Indoensia adalah gudangnya.

Teks lengkap
Show more arrow
 

Metrik

  • Eye Icon 370 kali dilihat
  • Download Icon 146 kali diunduh
Metrics Icon 370 kali dilihat  //  146 kali diunduh