Dasar Pertimbangan Hakim dalam Memutus Perkara Penganiayaan Akibat Minuman Beralkohol (Studi di Pengadilan Negeri Mojokerto)

Lesi Puspita Puteri Hidayat

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 20 pages)

Abstrak

Penganiayaan akibat meminum minuman keras beralkohol di kota Mojokerto ini semakin marak terjadi. Berbagai macam penganiayaan dilakukan oleh pelaku, yaitu dengan cara memukul kepala korban dengan batu bata hingga menusuknya dengan pisau. Perlu disadari bahwa seseorang yang meminum minuman tersebut, tidak sadar dengan apa yang akan dilakukannya setelah itu, sehingga dasar pertimbangan hakim dalam memutus suatu perkara sangatlah penting, hal ini bertujuan supaya putusan yang dihasilkan bersifat adil dan bijaksana. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian hukum empiris, menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil 3(tiga) responden hakim pengadilan negeri mojokerto yang pernah atau sedang mengadili kasus tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah dasar pertimbangan hakim dalam memutus perkara penganiayaan akibat minuman beralkohol ini bermacam-macam. Dasar pertimbangan itu terdiri dari hal yang dapat meringankan dan hal yang dapat memberatkan putusan terhadap terdakwa. Kendala yang dihadapi terdiri dari internal yaitu, keterangan saksi berbeda dengan berita acara persidangan dan juga ada kendala eksternal yaitu, apabila suasana diluar ruangan sidang ramai karena tidak terima dengan hasil putusan yang diberikan.Kata kunci: Pertimbangan hakim, Penganiayaan.

Metrik

  • 326 kali dilihat
  • 783 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya

Jurnal Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Brawijaya is a student-run law review published four ... tampilkan semua