Indikasi Geografis: Rezim Hki Yang Bersifat Sui Generis

Wahyu Sasongko
Journal article Jurnal Media Hukum • Juni 2012

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 11 pages)

Abstrak

Keberadaan Indikasi Geografis (IG) bersamaan dengan lahirnya Perjanjian TRIPs pada tahun 1994. Dalam PerjanjianTRIPs, IG merupakan rezim HKI yang bersifat sui generis karena memiliki sifat tersendiri, tercermin dalam unsurunsurpada definisi IG. Pada dasarnya, IG mengatur tentang penggunaan nama geografis untuk mengenalisuatu barang. Sebelumnya, sudah ada rezim HKI yang juga mengatur hal itu: indication of source (IS) danappellations of origin (AO) yang diatur dalam Konvensi Paris tahun 1883, Perjanjian Madrid tahun 1891, danPerjanjian Lisabon tahun 1958. Selain itu, nama geografis juga digunakan sebagai merek. Makalah ini merupakankajian teoritis terhadap dua permasalahan. Pertama, unsur-unsur yang menjadi karakteristik IG sehingga bersifatsui generis. Kedua, persamaan dan perbedaan IG dengan IS, AO, dan merek dagang. Hasil kajian menunjukkanbahwa IG bersifat sui generis, tercermin dalam unsur-unsur yang melekat pada definisi IG sebagaimana dirumuskandalam Perjanjian TRIPs. Ada persamaan IG dengan IS, AO, dan merek, yaitu dapat menggunakan nama geografissebagai tanda pada barang. Sedangkan, perbedaannya terletak pada unsur-unsurnya. IS memiliki unsur yangpaling sederhana, disusul IG dengan unsur-unsur yang bersifat alternatif, kemudian AO dengan unsur-unsuryang bersifat komulatif. Perbedaan antara IG dan merek terletak pada sistem kepemilikan yang bersifat individualpada merek, sedangkan IG bersifat komunal.KATA-KATA KUNCI: Indikasi Geografis, Indication of Source, Appellations of Origin, Merek, Sui Generis.

Metrik

  • 392 kali dilihat
  • 97 kali diunduh

Jurnal

Jurnal Media Hukum

Jurnal Media Hukum adalah jurnal ilmiah berkala yang diterbitkan oleh Fakultas Hukum Universitas ... tampilkan semua