Sistem Pengelolaan Sampah di Kecamatan Biau Kabupaten Buol Sulawesi Tengah Tahun 2012

Nurlian Mansyur
Journal article Public Health Journal • 2012 Indonesia

Unduh teks lengkap
(Bahasa Indonesia, 8 pages)

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Sistem Pengelolaan Sampah dengan cara pemindahan sampah, pengangkutan sampah ke TPA yang berada di Desa Los dan pemprosesan akhir sampah yang ada di TPA yang berada di Kecamatan Biau. Penelitian ini menggunakan metode survey deskriptif dan data yang diperoleh disajikan dalam bentuk tabel distribusi dan diinterpretasikan. sedangkan sampel merupakan keseluruhan populasi yaitu sebanyak 56 petugas yang menangani masalah persampahan. Hasil penelitian di Kecamatan Biau menunjukan, pemindahan dilakukan oleh 6 orang petugas dengan frekuensi pemindahan setiap hari sebanyak 48 PP atau sebesar 85,7 % sedangkan 3 hari sekali sebanyak 8 PP atau sebanyak 14,3 % dan kondisi pada saat pemindahan sampah masih berserakan sebanyak 52 PP atau sebesar 92,9%, pengangkutan dilakukan menggunakan pola pengangkutan Transfer Depo dengan menggunakan satu buah dum truk, dan cara pengangkutan sampah dengan cara tidak dipisahkan, cara pemprosesan akhir menggunakan metode pembakaran. Petugas pengelola sampah di Kecamatan Biau yang memakai pelindung diri yaitu pelindung kaki/sepetu boot sebanyak 41 PP (73,2 %) dan yang paling banyak tidak digunakan yakni pelindung mata sebanyak 53 PP (94,6 %). Hasil penelitian di Kecamatan Biau menunjukan, pemindahan dilakukan oleh 6 orang petugas dengan frekuensi pemindahan setiap hari sebanyak 48 PP atau sebesar 85,7 % sedangkan 3 hari sekali sebanyak 8 PP atau sebanyak 14,3 % dan kondisi pada saat pemindahan sampah masih berserakan sebanyak 52 PP atau sebesar 92,9%, pengangkutan dilakukan menggunakan pola pengangkutan Transfer Depo dengan menggunakan satu buah dum truk, dan cara pengangkutan sampah dengan cara tidak dipisahkan, cara pemprosesan akhir menggunakan metode pembakaran. Petugas pengelola sampah di Kecamatan Biau yang memakai pelindung diri yaitu pelindung kaki/sepetu boot sebanyak 41 PP (73,2 %) dan yang paling banyak tidak digunakan yakni pelindung mata sebanyak 53 PP (94,6 %). Perlu adanya perhatian dari pemerintah Buol berupa penambahan sarana prasarana dan petugas persampahan juga harus lebih memperhatikan sampah-sampah pada saat pemindahan sampah dari TPS/sumber sampah ke alat pengngkut, perlu adanya perawatan dan penambahan sarana transportasi pengangkutan sampah oleh BLH, mengganti metode pemprosesan akhir dari Pembakaran dilahan Terbuka menjadi Control Land, dan memfasilitasi petugas persampahan dengan memberikan pakaian pelindung diri pada saat bekerja. Perlu adanya perhatian dari pemerintah Buol berupa penambahan sarana prasarana dan petugas persampahan juga harus lebih memperhatikan sampah-sampah pada saat pemindahan sampah dari TPS/sumber sampah ke alat pengngkut, perlu adanya perawatan dan penambahan sarana transportasi pengangkutan sampah oleh BLH, mengganti metode pemprosesan akhir dari Pembakaran dilahan Terbuka menjadi Control Land, dan memfasilitasi petugas persampahan dengan memberikan pakaian pelindung diri pada saat bekerja. Kata Kunci : Sampah, Sistem Pengelolaan Kata Kunci : Sampah, Sistem Pengelolaan

Metrik

  • 325 kali dilihat
  • 1213 kali diunduh

Jurnal

Public Health Journal

Jurnal Ini adalah jurnal mandiri Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo, yang menerb... tampilkan semua