Journal article // Jurnal Hurriah






Pengembangan Kurikulum 2013 dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pasca Pandemi Covid-19 di Slb Muhammadiyah Dekso
2022
Aisyah Ayun Khoirurrizki, Hendro Widodo

Metrik

  • Eye Icon 0 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 0 kali dilihat  //  0 kali diunduh
Abstrak

English: This study discusses the implementation of the 2013 curriculum in Islamic Religious Education learning at SLB Muhammadiyah Dekso. The method used to obtain the results of the study was descriptive qualitative, the researchers conducted interviews and observations on Islamic Religious Education teachers at SLB Muhammadiyah Dekso. The data obtained is then reduced to the results of the research written in this article. The author found data that SLB Muhammadiyah Dekso was divided into three levels and 3 levels (SD, SMP and SMA) and the number of students was 47 Muslim students and one Catholic student. Implementation of religious learning is adjusted to the ability of students, at SLB Muhammadiyah Dekso there are also activities to read the Qur'an every morning and memorize short letters. The teaching and learning process after the COVID-19 pandemic can be carried out optimally, interspersed with clean living training to teach children the importance of preventing the spread of the corona virus. Islamic Religious Education teachers teach with excellence, involving optimal student processes so that students can develop according to their abilities.
Bahasa: Penelitian ini membahas mengenai implementasi kurikulum 2013 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SLB Muhammadiyah Dekso. Metode yang digunakan untuk mendapat hasil penelitian dilakukan dengan kualitatif deksriptif, peneliti melakukan wawancara dan observasi pada guru Pendidikan Agama Islam di SLB Muhammadiyah Dekso. Data yang diperoleh kemudian direduksi menjadi hasil peneltiian yang tertulis didalam artikel ini. Penulis menemukan data bahwa SLB Muhammadiyah Dekso terbagi menjadi tiga jenjang 3 jenjang (SD, SMP dan SMA) dan jumlah siswa 47 siswa beragama islam dan satu siswa yang Bergama Katholik. Implementasi pembelajran agama disesuaikan dengan kemampuan siswa, di SLB Muhammadiyah Dekso juga terdapat kegiatan membaca Al -Qur'an setiap pagi dan hafalan surat pendek. Proses belajar mengajar pasca pandemic covid-19 dapat dilaksanakan dengan optimal diselingi dengan pelatihan hidup bersih untuk mengajarkan anak pentingnya mencegah penyebaran virus corona. Guru Pendidikan Agama Islam mengajar dengan luar bisa, melibatkan proses siswa yang optimal sehingga siswa dapat berkembang sesuai dengan kemampuannya.

Teks lengkap
Show more arrow
 

Metrik

  • Eye Icon 0 kali dilihat
  • Download Icon 0 kali diunduh
Metrics Icon 0 kali dilihat  //  0 kali diunduh