Konstruksi Kemiskinan di Televisi

  • Acep Muslim

Abstrak

Bagi televisi, apapun acara yang ditayangkannya, mesti punya nilai ekonomi, mampu memberi limpahan keuntungan bagi Perusahaan televisi itu. Sampai batas tertentu motif mencari untung itu tentu wajar. Karena televisi, seperti Perusahaan lain, juga perlu membiayai kegiatankegiatannya, menggaji pegawai, dan sebagainya. Tapi saat kepentingan ekonomi ini amat dominan dan melumat aspek-aspek lain yang tak kalah penting, terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat luas, banyak masalah kemudian muncul. Dalam tayangan reality shows mengenai kemiskinan atau kehidupan orang-orang miskin, misalnya, kerap terjadi pengabaian terhadap hak-hak orang miskin yang ditayangkan serta penyajian realitas kemiskinan yang bias dan parsial yang berpotensi memberi pemahaman tentang kemiskinan yang menyimpang bahkan salah bagi masyarakat. Senin (26/09/11) Perpustakaan AKATIGA menjadikan tayangantayangan reality shows tentang kemiskinan itu sebagai tema diskusi. Direktur Lembaga Studi Pers dan Pembangunan (LSPP) Ignatius Haryanto hadir sebagai pembicara. Tulisan ini disarikan dari diskusi itu.

Metrics

  • 143 kali dilihat
  • 99 kali diunduh

Penerbit

AKATIGA

AKATIGA adalah lembaga penelitian di Bandung. Berdiri pada tahun 1991, AKATIGA menyelenggarakan p... lihat semua