Jumlah Tenaga Kerja Industri Besar dan Sedang Menurut Subsektor, 2000-2014 (Indonesia)

Dataset Badan Pusat Statistik • Desember 2016 Indonesia

Dataset ini merupakan bagian dari Koleksi Industri Besar dan Sedang BPS.

Konsep

    1. Perusahaan Industri Pengolahan

      Konsep dan Definisi

      Industri Pengolahan adalah suatu kegiatan ekonomi yang melakukan kegiatan mengubah suatu barang dasar secara mekanis, kimia, atau dengan tangan sehingga menjadi barang jadi/setengah jadi, dan atau barang yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya, dan sifatnya lebih dekatkepada pemakai akhir. Termasuk dalam kegiatan ini adalah jasa industri/makloon dan pekerjaan perakitan (assembling)

      Jasa industri adalah kegiatan industri yang melayani keperluan pihak lain. Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak lain sedangkan pihak pengolah hanya melakukan pengolahannya dengan mendapat imbalan sejumlah uang atau barang sebagai balas jasa (upah makloon), misalnya perusahaan penggilingan padi yang melakukan kegiatan menggiling padi/gabah petani dengan balas jasa tertentu. 

      Perusahaan atau usaha industri adalah suatu unit (kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu, dan mempunyai catatan administrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta ada seorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tersebut.

      Perusahaan Industri Pengolahan dibagi dalam 4 golongan yaitu :

      1. Industri Besar (banyaknya tenaga kerja 100 orang atau lebih)
      2. Industri Sedang (banyaknya tenaga kerja 20-99 orang)
      3. Industri Kecil (banyaknya tenaga kerja 5-19 orang)
      4. Industri Rumah Tangga (banyaknya tenaga kerja 1-4 orang)

      Penggolongan perusahaan industri pengolahan ini semata-mata hanya didasarkan kepada banyaknya tenaga kerja yang bekerja, tanpa memperhatikan apakah perusahaan itu menggunakan mesin tenaga atau tidak, serta tanpa memperhatikan besarnya modal perusahaan itu.

      Klasifikasi Industri

      Klasifikasi industri yang digunakan dalam survei industri pengolahan adalah klasifikasi yang berdasar kepada International Standard Industrial Classification of all Economic Activities (ISIC) revisi 4 , yang telah disesuaikan dengan kondisi di Indonesia dengan nama Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2009.

      Kode baku lapangan usaha suatu perusahaan industri ditentukan berdasarkan produksi utamanya, yaitu jenis komoditi yang dihasilkan dengan nilai paling besar. Apabila suatu perusahaan industri menghasilkan 2 jenis komoditi atau lebih dengan nilai yang sama maka produksi utama adalah komoditi yang dihasilkan dengan kuantitas terbesar. 

      Golongan Pokok

      1. Makanan
      2. Minuman
      3. Pengolahan tembakau
      4. Tekstil
      5. Pakaian jadi
      6. Kulit, barang dari kulit dan alas kaki
      7. Kayu, barang dari kayu dan gabus (tidak termasuk furnitur) dan barang anyaman dari bambu, rotan dan sejenisnya
      8. Kertas dan barang dari kertas
      9. Pencetakan dan reproduksi media rekaman
      10. Produk dari batu bara dan pengilangan minyak bumi
      11. Bahan kimia dan barang dari bahan kimia
      12. Farmasi, produk obat kimia dan obat tradisional
      13. Karet, barang dari karet dan plastik
      14. Barang galian bukan logam
      15. Logam dasar
      16. Barang logam, bukan mesin dan peralatannya
      17. Komputer, barang elektronik dan dan optik
      18. Peralatan listrik
      19. Mesin dan perlengkapan ytdl
      20. Kendaraan bermotor, trailer dan semi trailer
      21. Alat angkutan lainnya
      22. Furnitur
      23. Pengolahan lainnya
      24. Jasa reparasi dan pemasangan mesin dan peralatan


    2. Jumlah Tenaga Kerja

      Konsep dan Definisi

      Jumlah tenaga kerja adalah banyaknya pekerja/karyawan rata-rata perhari kerja baik pekerja yang dibayar maupun pekerja yang tidak dibayar.

      Pekerja Produksi adalah pekerja yang langsung bekerja dalam proses produksi atau berhubungan dengan itu, termasuk pekerja yang langsung mengawasi proses produksi, mengoperasikan mesin, mencatat bahan baku yang digunakan dan barang yang dihasilkan.

      Pekerja lainnya adalah pekerja yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi, pekerja ini biasanya sebagai pekerja pendukung perusahaan, seperti manager (bukan produksi), kepala personalia, skretaris, tukang ketik, penjaga malam, sopir perusahaan, dll. 


    3. Nilai Tambah

      Konsep dan Definisi

      Nilai tambah adalah besarnya output dikurangi besarnya nilai input (biaya antara).

      Metode Penghitungan: 

      NTB = Output-Input 


    4. Produktifitas Tenaga Kerja

      Konsep dan Definisi 

      Produktivitas tenaga kerja adalah kemampuan tenaga kerja dalam menghasilkan barang produksi.

      Metode Penghitungan: 

      Produktifitas TK = Output / Jumlah tenaga kerja yang dibayar. 

      Sumber Data : Survei Tahunan Perusahaan Industri Pengolahan Besar dan Sedang 


    5. Komposisi Biaya Input

      Konsep dan Definisi

      Input atau biaya antara adalah biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang terdiri dari biaya: 

      • Bahan Baku: Bahan baku adalah semua jenis bahan baku dan bahan penolong yang digunakan dalam proses produksi dan tidak termasuk: pembungkus, pengepak, pengikat barang jadi, bahan bakar yang dipakai habis, perabot/ peralatan. 
      • Bahan bakar, tenaga listrik dan gas: Bahan bakar yang digunakan selama proses produksi yang berupa: bensin, solar, minyak tanah, batubara dan lainnya. 
      • Sewa gedung, mesin dan alat-alat
      • Jasa non industri: Jasa yang tidak berkaitan dengan proses produksi

      Komposisi biaya input adalah persentase dari masing-masing komponen biaya input terhadap biaya input. 


    6. Komposisi Nilai Output

      Konsep dan Definisi
       

      Output adalah nilai keluaran yang dihasilkan dari proses kegiatan industri yang terdiri atas: 

      • Barang yang dihasilkan: Barang –barang yang dihasilkan dari proses produksi 
      • Tenaga listrik yang dijual: Tenaga listrik yang dibangkitkan sendiri oleh perusahaan dan sebagiannya dijual kepada pihak lain. 
      • Jasa industri yang diterima dari pihak lain: Adalah kegiatan industri yang melayani keperluan pihak lain. Pada kegiatan ini bahan baku disediakan oleh pihak lain sedangkan pihak pengolah hanya melakukan pengolahannya dengan mendapat imbalan sejumlah uang atau barang sebagai balas jasa (upah makloon). 
      • Selisih nilai stok barang setengah jadi: Selisih nilai stok barang setengah jadi akhir tahun dikurangi dengan stok awal tahun. 
      • Penerimaan lain dari jasa non industri: Komposisi nilai output adalah persentase dari masing-masing komponen nilai output terhadap nilai output. 


    7. Sumber Data

      • Survei Tahunan Perusahaan Industri Pengolahan Besar dan Sedang
      • Survei Industri Mikro dan Kecil

Metodologi

Metode Pengumpulan Data

  1. Survei Industri Besar Sedang (IBS)Tahunan dilakukan secara lengkap kepada semua perusahaan industri yang tergolong besar dan sedang yang tercatat dalam Direktori Industri BPS (pencacahan lengkap).

  2. Survei Industri Besar dan Sedang Bulanan dilakukan secara sampel.

  3. Survei Industri Mikro dan Kecil (IMK) dilakukan secara sampel.

  4. Survei Industri Mikro dan Kecil Triwulanan dilakukan dengan mengamati panel sampel selama satu tahun.

Ruang Lingkup

  1. Perusahaan Industri Besar dan Sedang yang dicakup dalam survei IBS Tahunan dan IBS Bulanan adalah perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 20 orang atau lebih, termasuk perusahaan industri yang baru mulai berproduksi secara komersial.

  2. Perusahaan Industri Mikro dan Kecil yang dicakup dalam survei IMK Tahunan dan Triwulanan adalah perusahaan industri yang mempunyai tenaga kerja 1-19 orang.

Metrics

  • 66 kali dilihat
  • 33 kali diunduh

Penerbit

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang bertanggung jawab langsung ke... tampilkan semua