Rata-rata Pengeluaran Wisatawan Mancanegara per Kunjungan Menurut Negara Tempat Tinggal, 2003-2014 (Indonesia)

Dataset Badan Pusat Statistik • Maret 2017 Australia • Austria • Bangladesh • Belgia • Brunei • 27 more

Dataset ini merupakan bagian dari Koleksi Pariwisata BPS.

Konsep

Konsep dan Definisi Statistik Kunjungan Wisatawan Mancanegara

Definisi wisatawan mancanegara sesuai dengan rekomendasi United Nation World Tourism Organization (UNWTO) adalah setiap orang yang mengunjungi suatu negara di luar tempat tinggalnya, didorong oleh satu atau beberapa keperluan tanpa bermaksud memperoleh penghasilan di tempat yang dikunjungi dan lamanya kunjungan tersebut tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan. Definisi ini mencakup dua kategori tamu mancanegara, yaitu 

  1. Wisatawan (tourist)

    adalah setiap pengunjung seperti definisi di atas yang tinggal paling sedikit dua puluh empat jam, akan tetapi tidak lebih dari dua belas (12) bulan di tempat yang dikunjungi dengan maksud kunjungan antara lain :

    1. berlibur, rekreasi dan olahraga

    2. bisnis, mengunjungi teman dan keluarga, misi, menghadiri pertemuan, konferensi, kunjungan dengan alasan kesehatan, belajar, dan keagamaan

  2. Pelancong (Excursionist)

    adalah setiap pengunjung seperti definisi di atas yang tinggal kurang dari dua puluh empat jam di tempat yang dikunjungi (termasuk cruise passengeryaitu setiap pengunjung yang tiba di suatu negara dengan kapal atau kereta api, dimana mereka tidak menginap di akomodasi yang tersedia di negara tersebut). 

Konsep dan Definisi Statistik Hotel dan Akomodasi Lainnya di Indonesia

  1. Usaha Akomodasi

    adalah suatu usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, dan setiap orang dapat menginap, makan, serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran. 

  2. Hotel berbintang

    adalah usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, dan setiap orang dapat menginap, makan, serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran dan telah memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang seperti yang telah ditentukan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Diparda). Ciri khusus dari hotel adalah mempunyai restoran yang berada di bawah manajemen hotel tersebut. 

  3. Hotel non bintang

    adalah usaha yang menggunakan suatu bangunan atau sebagian bangunan yang disediakan secara khusus, dimana setiap orang dapat menginap, makan, serta memperoleh pelayanan dan fasilitas lainnya dengan pembayaran dan belum memenuhi persyaratan sebagai hotel berbintang tetapi telah memenuhi kriteria sebagai hotel melati yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Daerah (Diparda). 

  4. Penginapan Remaja

    adalah usaha jasa pelayanan penginapan bagi remaja sebagai akomodasi dalam rangka kegiatan pariwisata dengan tujuan untuk rekreasi, memperluas pengetahuan/pengalaman.  

  5. Pondok wisata

    adalah usaha jasa pelayanan penginapan bagi umum yang dilakukan perorangan dengan menggunakan sebagian atau seluruh dari tempat tinggalnya (dengan pembayaran harian). 

  6. Perkemahan

    adalah usaha penyediaan tempat penginapan di alam terbuka dengan menggunakan tenda atau kereta gandengan bawaan sendiri sebagai tempat penginapan, termasuk juga caravan. 

  7. Akomodasi lainnya

    adalah usaha penyediaan tempat penginapan yang tidak termasuk kriteria di atas seperti wisma, losmen, dll.

  8. Rata-rata Tenaga Kerja Per Usaha

    adalah hasil bagi jumlah tenaga kerja pada usaha akomodasi (sesuai dengan klasifikasi) dengan jumlah usaha akomodasi (yang termasuk ke dalam klasifikasi/kelompok tersebut).

  9. Rata-rata Tenaga Kerja Per Kamar

    adalah hasil bagi jumlah tenaga kerja pada usaha akomodasi dengan jumlah kamar usaha akomodasi (sesuai dengan klasifikasi) 

  10. Rata-rata Tamu Per Hari

    adalah rata-rata tamu yang datang dan menginap di hotel akomodasi per harinya, dihitung berdasarkan tamu yang datang dan menginap selama tahun tersebut.

Metodologi

SUMBER DATA

Pengunjung
A/D Kartu dari Dirjen Imigrasi.
Passenger Exit Survey (PES), Pusat Data dan Informasi, Kementerian pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Hotel dan Akomodasi
Data primer berdasarkan pada survey yang diselenggarakan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) dengan menggunakan kuesioner VHT-S secara bulanan dan kuesioner VHT-L secara tahunan.

CAKUPAN

Pengunjung
Data mengenai wisatawan mancanegara mencakup semua wisatawan mancanegara yang tiba di Indonesia melalui bandara, pelabuhan dan melalui darat. Ada 93 pintu kedatangan yang berada diseluruh wilayah Indonesia, 65 diantaranya adalah pelabuhan, 24 adalah bandara dan 4 melalui darat. Empat bandara utama adalah Soekarno-Hatta (Jakarta), Ngurah Rai (Bali), Polonia (Medan) dan Sekupang (Batam).

Hotel dan Akomodasi

1. Bulanan. Data yang dikumpulkan adalah data tingkat hunian kamar dan rata-rata lama menginap yang mencakup seluruh hotel bintang di 20 provinsi.

2. Tahunan. Data tingkat hunian kamar dan rata-rata lama menginap dikumpulkan dari seluruh hotel bintang dan sampel hotel non bintang. Data jumlah akomodasi, rata-rata pekerja dan jumlah tamu per hari dikumpulkan dari seluruh usaha akomodasi di Indonesia.

PENGUMPULAN DATA

Data yang disajikan dalam publikasi Statistik Kunjungan Wisatawan Mancanegara didasarkan pada pengumpulan kartu Arrival and Departure (A/D Card) dari Direktorat Jenderal Imigrasi.
Data statistik hotel dan akomodasi lainnya dikumpulkan dan diolah oleh Subdirektorat Statistik Pariwisata Badan Pusat Statistik. 

Data penerimaan, pengeluaran dan rata-rata lama tinggal yang dirinci menurut berbagai karakteristik dari wisatawan mancanegara diperoleh dari hasilPassenger Exit Survey yang dilakukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Metrics

  • 227 kali dilihat
  • 67 kali diunduh

Penerbit

Badan Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik adalah Lembaga Pemerintah Nonkementerian yang bertanggung jawab langsung ke... tampilkan semua